Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Surabaya Tetapkan 18.8181 Penerima Program Permakanan pada 2023

Program permakanan ditangani langsung oleh Dinas Sosial Surabaya. Penerimanya warga miskin, lanjut usia, disabilitas, anak yatim, dan yatim piatu.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 19 Januari 2023  |  19:30 WIB
Surabaya Tetapkan 18.8181 Penerima Program Permakanan pada 2023
Warga Surabaya menerima paket makanan dari Program Permakanan Kota Surabaya. - Dok. Pemkot Surabaya
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA — Pemerintah Kota Surabaya menetapkan jumlah penerima manfaat program permakanan sebanyak 18.818 jiwa serta menyiapkan aplikasi guna mempermudah monitoring penyalurannya.

Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Anna Fajriatin menjelaskan program permakanan tahun ini tidak lagi melalui kelurahan, tetapi ditangani langsung oleh Dinas Sosial sebagai bantuan sosial sehingga anggaran permakanan berasal dari Dinsos dan bukan berasal dari dana kelurahan.

“Karena ini merupakan bantuan sosial, maka peraturan dan perwalinya juga berbeda. Penerimanya juga harus masuk ke dalam warga miskin, baik yang lanjut usia, disabilitas, anak yatim, dan yatim piatu. Itu sasarannya,” katanya dalam rilis, Kamis (19/1/2023).

Dia mengatakan penetapan data penerima manfaat permakanan sebanyak 18.818 jiwa itu diambil dari data base tahun lalu saat masuk ke dalam dana kelurahan. Saat itu, jumlahnya sebanyak 33.208 orang. Jumlah ini kemudian disinkronisasi dengan data Keluarga Miskin yang jumlahnya sebanyak 638.616 jiwa.

“Hasil sinkron data itu menjadi data dasar pelaksanaan pemberian permakanan sejak 1 Januari 2023. Dalam pelaksanaan pemberian permakanan, akan diketahui ada yang pindah, menolak atau meninggal, dan itu bisa terpantau melalui aplikasi,” jelasnya.

Adapun dalam aplikasi permakanan yang telah diluncurkan Dinsos, akan tercantum semua nama dan alamat lengkap penerima permakanan. Pengirim permakanan juga diminta untuk melaporkan foto proses penyerahan permakanan kepada penerima melalui aplikasi.

“Dengan aplikasi ini, kelompok masyarakat yang bertugas memasakkan permakanan itu jadi tahu keesokan harinya harus memasak berapa jumlahnya, dan teman-teman pengirim permakanan juga tahu keesokan harinya harus mengirim kepada berapa orang,” katanya.

Selain itu, tambah Anna, aplikasi ini juga bisa menjadi dasar perhitungan Dinsos untuk menentukan pembayaran kepada kelompok masyarakat yang memasakkan permakanan.

“Misal sebulan memasak berapa porsi akan ketahuan karena kemungkinan datanya beda setiap harinya setelah ada yang meninggal dan ada yang pergi,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya bansos
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top