Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Luas Hutan Mangrove Jatim Capai 27.221 Ha, Tahun Ini Bakal Diperluas

Pemprov Jatim terus berupaya pemulihan ekosistem mangorve melalui penanaman mangrove di Jatim dengan menggunakan dana APBD, APBN hingga para pihak lain.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 19 Januari 2023  |  14:35 WIB
Luas Hutan Mangrove Jatim Capai 27.221 Ha, Tahun Ini Bakal Diperluas
Gubernur Jatim Khofifa Indar Parawansa saat melalukan penanaman mangrove. - Dok. Pemprov Jatim
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun ini akan memperluas area lahan hutan bakau atau mangrove sebagai salah satu upaya menurunkan emisi  karbon sekaligus melindungi daratan dari abrasi pantai.

Peta Mangrove Nasional 2021 menyebutkan, Jawa Timur menempati urutan teratas sebagai provinsi dengan luas hutan mangrove terluas di Pulau Jawa, yakni memiliki luas hutan mangrove sebesar 27.221 ha. Luasan tersebut telah berkontribusi sekitar 48 persen dari total hutan mangrove se- Pulau Jawa.

Adapun komposisi mangrove di Jatim dengan kerapatan lebat sebesar 47,26 persen, mangrove kerapatan sedang 46,08 persen, dan mangrove kerapatan jarang 6,66 persen.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan di Jatim masih memiliki potensi terluas di Jawa untuk tanaman mangrove yakni seluas 51.557 ha atau sekitar 35 persen dari total potensi kawasan mangrove di Jawa.

“Menanam mangrove adalah upaya kita bersama untuk mewujudkan Net Zero Emission pada 2060. Kita akan terus melakukan penanaman dan pemulihan ekosistem mangrove kita, dan awal 2023 ini kita akan menyelenggarakan Festival Mangrove Jatim ke–III yang rencananya akan dilaksanakan pada Pulau Lusi dan Wisata Bahari Tlocor, Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya, Kamis (19/1/2023).

Dia menjelaskan, hasil studi para ilmuwan menyebutkan bahwa sumber emisi di Indonesia terbesar berasal dari sektor kehutanan akibat perubahan fungsi hutan dan lahan. Selain itu juga akibat sektor energi, pertanian, indutri dan penggunaan produk serta limbah. 

“Untuk itu serapan karbon dari ekosistem mangrove menjadi hal yang sangat penting dalam rangka pencapaian penurunan emisi gas rumah kaca. Mangrove mampu menyerap dan menyimpan karbon 4 sampai 5 kali lebih besar dibandingkan tanaman pada hutan tropis di daratan,” ujarnya.

Khofifah menambahkan, sejauh ini Pemprov Jatim terus berupaya melakukan pemulihan ekosistem mangorve melalui penanaman mangrove di Jatim dengan menggunakan dana APBD, APBN hingga para pihak lain dengan total penanaman yang dilakukan pada 2020 - 2021 seluas 1.516,57 ha atau sejumlah 5.662.418 batang bibit mangrove.

“Wujud kolaborasi dan sinergi para pihak telah ditunjukkan melalui Festival Mangrove Jatim pada 2022 sebanyak 2 kali di Penunggul Mangrove Park, Kabupaten Pasuruan dan Kampus Politeknik Madura, Kabupaten Sampang,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mangrove jatim
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top