Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gangguan Penyakit Bikin Harga Cabai Rawit Jatim Hingga Rp85.000/kg

Penyakit antranoksa ini dapat membawa kerugian besar bagi petani karena hasil panen dapat berkurang 50 - 90 persen pada musim hujan.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 07 Juni 2022  |  15:04 WIB
Ilustrasi. - Antara/Anis Efizudin
Ilustrasi. - Antara/Anis Efizudin

Bisnis.com, SURABAYA - Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jawa Timur menyebut kenaikan harga cabai rawit saat ini disebabkan oleh gangguan tanaman yang terjadi di sejumlah sentra tanaman cabai.

Wakil Ketua AACI Jatim, Nanang Triatmoko mengatakan produksi cabai di sentra-sentra tanaman cabai saat ini sedang berkurang akibat penyakit tumbuhan antranoksa yang terjadi di kawasan Blitar, Kediri, Bojonegoro, Tuban dan Lamongan.

“Akibat penyakit ini, tanaman cabai mati lebih awal sebelum panen sehingga menyebabkan produksinya berkurang bahkan terjadi kekosongan panen. Yang biasanya panen itu selalu nyambung secara bergantian dari daerah satu ke daerah lain, sekarang terputus sehingga stoknya sedikit,” jelasnya, Selasa (7/6/2022).

Dikutip dari situs Nufarm, penyakit antranoksa yang sering terjadi pada cabai ini disebabkan oleh jamur colletotricum capsici dan jamus gloeosporium sp. Jenis jamur ini biasanya menyerang bagian tengah buah cabai yang sudah matang. Penyakit antranoksa ini dapat membawa kerugian besar bagi petani, hasil panen dapat berkurang 50 - 90 persen pada musim hujan.

Dia mengatakan selain cabai rawit, untuk komoditas cabai besar juga terjadi kekosongan tanam akibat curah hujan yang datang lebih awal sehingga produksinya tidak banyak dan menerek harga cabai merah besar di pasaran.

“Harga cabai rawit di tingkat petani saja sudah Rp72.000/kg, sedangkan cabai merah besar harganya sudah Rp46.000/kg,” ujarnya.

Adapun data Sistem Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim mencatat, harga cabai rawit di tingkat konsumen atau di pasar per 7 Juni 2022 rerata mencapai Rp85.334/kg, harga tertinggi terjadi di Ngawi Rp95.333/kg, dan terendah di Lumajang Rp66.666/kg. 

Dibandingkan kondisi satu minggu sebelumnya yakni 31 Mei 2022, harga cabai rawit di Jatim rarata masih Rp61.517/kg, tertinggi terjadi di Mojokerto Rp74.000/kg dan terendah di Lumajang Rp43.333/kg.

Sementara untuk harga cabai merah besar di pasar tradisional di Jatim per 7 Juni 2022, rerata Rp62.144/kg, tertinggi terjadi di Kota Kediri Rp73.333/kg, dan terendah di Probolinggo Rp52.000/kg. 

Dibandingkan satu minggu sebelumnya atau 31 Mei 2022, harga cabai merah besar di Jatim rerata Rp55.495/kg, tertinggi terjadi di Sidoarjo Rp65.000/kg, dan terendah di Lumajang Rp45.333/kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertanian jatim harga cabai
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top