Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPN 11 Persen dan Inflasi Jadi Tantangan Ekstra Sektor Properti

Melihat kondisi pasar saat ini, hal penting lainnya adalah tidak terlalu fokus pada perolehan margin yang besar, tetapi lebih memperhatikan penyerapan produk
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 02 Juni 2022  |  15:45 WIB
Ilustrasi. - Bisnis/Arief Hermawan P
Ilustrasi. - Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, SURABAYA - Konsultan properti Colliers International menilai bahwa sektor properti saat ini menghadapi sejumlah tantangan ekstra sehingga diperlukan strategi khususnya fokus pada penyerapan produk.

Ferry Salanto, Head of Research dari Colliers Indonesia, mengatakan sejumlah tantangan yang tengah dihadapi pengembang di tahun pemulihan ekonomi saat ini memang cukup berat.

“Namun kami masih optimistis karena ini semua tentang siklus. Kami berpendapat kebijakan yang menambah beban pemulihan mungkin akan ditinjau kembali terutama ketika situasi ekonomi menjadi lebih menantang,” katanya, Kamis (2/6/2022).

Menurutnya, saat ini yang terpenting bagi pengembang adalah menyesuaikan dengan kemampuan, selera dan kebutuhan pasar. Tidak hanya terkait dengan produk, tetapi juga menyiapkan strategi dalam hal pembayaran, atau dengan penawaran lain yang bisa diberikan ke pasar.

“Melihat kondisi pasar saat ini, hal penting lainnya adalah tidak terlalu fokus pada perolehan margin yang besar, tetapi lebih memperhatikan penyerapan produk,” katanya.

Ferry menjelaskan, saat ini industri properti sedang menghadapi kenaikan PPN menjadi 11 persen dan inflasi, serta kenaikan suku bunga di luar Indonesia yang bisa berdampak pada pasar dalam negeri.

Pada tahun lalu sebenarnya merupakan periode yang cukup baik untuk pasar properti, terutama untuk sektor residensial. Dengan insentif yang menarik, dinilai menguntungkan dalam membangkitkan semangat pembelian properti di tengah kondisi yang tidak stabil.

Hanya saja, kenaikan PPN menjadi 11 persen mulai April akan mempengaruhi berbagai aspek pasar, terutama pada daya beli masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi yang lamban yang masih berjuang untuk pulih, daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. 

“Kenaikan PPN ditambah dengan beberapa kenaikan lainnya, seperti untuk tarif dasar listrik dan BBM sekaligus, jelas berdampak pada dunia usaha dan konsumsi masyarakat pada umumnya,” ujarnya.

Selain faktor selain kenaikan PPN, lanjut Ferry, terdapat juga faktor eksternal lain yang dapat menjadi tantangan bagi pertumbuhan sektor properti, salah satunya adalah inflasi yang melonjak.

“Jika inflasi naik, kemungkinan besar suku bunga juga akan disesuaikan ke atas, yang akan menambah tekanan pada industri properti,” imbuhnya.

Ferry menambahkan, bagi pembeli tipe investor, ekspektasi atas potensi imbal hasil yang dihasilkan properti merupakan pertimbangan utama saat membeli properti.

“Kami mempertahankan pandangan positif kami untuk sektor perumahan mengingat insentif PPN yang sedang berjalan. Jika ini bisa diperpanjang, pasar residensial akan melanjutkan momentum kenaikannya, terutama di segmen menengah ke bawah,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti Inflasi jatim surabaya
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top