Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OJK Malang Targetkan Kredit Tumbuh 7,5 Persen Tahun Ini

DPK perbankan di wilayah Kota Malang mencapai Rp63,15 triliun atau tumbuh 7,23 persen secara tahunan dan 0,0002 persen (ytd).
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 04 April 2022  |  17:12 WIB
Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri, pada Webinar Ekonomi Kota Malang Bangkit, Senin (4/4/2022). - Ist
Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri, pada Webinar Ekonomi Kota Malang Bangkit, Senin (4/4/2022). - Ist

Bisnis.com, MALANG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menargetkan kredit bisa tumbuh 7,5 persen ± 1 persen pada tahun ini agar dapat mendukung pertumbuhan sektor riil, terutama UMKM dan ekonomi kreatif.

Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri, mengatakan untuk dana pihak ketiga diharapkan bisa tumbuh 10 persen±1 persen. “Tren pertumbuhan kredit dan penghimpunan DPK sampai Januari 2022 sudah menunjukkan tren yang positif,” katanya pada Webinar Ekonomi Kota Malang Bangkit, Senin (4/4/2022).

Sampai Januari 2022, kata dia, DPK perbankan di wilayah Kota Malang mencapai Rp63,15 triliun atau tumbuh 7,23 persen secara tahunan dan 0,0002 persen (ytd).

Untuk penyaluran kredit di Kota Malang sampai Januari 2022, mencapai Rp20,84 triliun atau tumbuh 1,10 persen (yoy) dengan NPL 2,91 persen. Share kredit Kota Malang terhadap total kredit di wilayah kerja OJK Malang mencapai 28,75 persen.

Lima sektor yang paling banyak mendapatkan kucuran kredit, yakni perdagangan besar dan eceran dengan proporsi kredit 25,82 persen senilai Rp5,4 triliun, pemilikan peralatan rumah tangga lainnya proporsi 16,83 persen dengan nilai Rp3,5 triliun.

Untuk pemilikan rumah tinggal dengan proporsi 16,03 persen dengan nilai kredit Rp3,3 triliun, industri pengolahan 12,72 persen dengan nilai Rp2,7 persen, dan konstruksi 8,54 persen dengan nilai kredit Rp1,8 triliun.

Dari sisi penggunaan, kata dia, yang menggembirakan sebagian besar justru diperuntukkan untuk modal kerja dengan proporsi 45,49 persen, sedangkan mengacu per jenis, sebagian besar didominasi non-UMKM, namun proporsinya sudah relatif tinggi, yakni 37,02 persen.

“Proposi sudah lebih tinggi dan lebih cepat dari target Presiden yang menginginkan proporsi penyaluran kredit UMKM mencapai 30 persen pada 2024,” katanya.

Kredit/pembiayaan yang diberikan kepada UMKM di Malang Raya (Kota Malang, Kab. Malang, Kota Batu) meningkat Rp2,57 triliun (16,48 persen) dari Rp15,60 triliun (Feb 2021) menjadi Rp18,18 triliun (Feb 2022).

Sedangkan tiga sektor ekonomi terbesar UMKM yang memperoleh kredit di Kota Malang, yakni perdagangan besar dan eceran Rp 3,98 triliun tumbuh 26,55 persen (yoy) dengan share Kota Malang mencapai 51,53 persen.

Industri pengolahan Rp1,01 triliun atau tumbuh 14,38 persen (yoy) dengan share 13 persen, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum Rp0,55 triliun atau tumbuh 24,68 persen (yoy) dengan share 7,11 persen.(K24)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit OJK tabungan jatim malang dpk
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top