Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sejarah Alas Ketonggo Ngawi, Petilasan Raja Majapahit dan Bung Karno

Hutan atau alas Ketonggo di Ngawi, Jawa Timur merupakan tempat petilasan dari raja Majapahit dan Sukarno.
Chelin Indra Sushmita
Chelin Indra Sushmita - Bisnis.com 28 Januari 2022  |  16:42 WIB
Lokasi petilasan di alas Ketonggo Ngawi - Solopos
Lokasi petilasan di alas Ketonggo Ngawi - Solopos

Bisnis.com, SOLO - Alas Ketonggo di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menjadi salah satu objek wisata favorit bagi para peziarah.

Biasanya mereka datang ke sana untuk melakukan ritual dalam rangka mencari wangsit.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, tempat tersebut pernah menjadi lokasi Raden Wijaya bertapa sebelum mendirikan Kerajaan Majapahit. Konon, Ir Sukarno juga sempat bertapa di sana sebelum akhirnya membangun negara Indonesia.

Hutan di kawasan Gunung Lawu itu diyakini sebagai petilasan raja terakhir Kerajaan Majapahit, Prabu Brawijaya V. Setidaknya ada sembilan petilasan yang berada di kawasan tersebut.

Mulai dari Palenggahan Agung Srigati, Korigapit, Palenggahan Soekarno, Kali Tempur/Tempuk, Pundhen Tugu Mas, Punden Sendang Drajat, Punden Watu Dakon, Gua Sidodadi, Punduk Legak Kecak, dan Phunden Watu Dakon.

Alas Ketonggo berlokasi di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Warga setempat meyakini tempat tersebut memiliki kekuatan gaib yang kuat.

Dikutip dari jurnal milik mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, Francisca Andriani, petilasan Brawijaya V di hutan ini kali pertama ditemukan Kepala Desa Babadan, Somo Darmojo, pada 1963.

Petilasan ini berupa punden yang konon terus bertambah tinggi dan berhenti pada waktu-waktu tertentu. Dalam jurnal itu, disebutkan pula bahwa Alas Ketonggo—menurut penduduk setempat—merupakan pusat keraton lelembut atau makhluk halus.

Hutan sakral tersebut menjadi salah satu aset wisata yang dimiliki Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Setiap hari tertentu seperti Jumat Pon dan Jumat Legi pada bulan Suro, Pesanggrahan Srigati di hutan tersebut dikunjungi banyak peziarah.

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Ngawi, Ngawikab.go.id, Kamis (26/1/2022), hutan seluas 4.836 m² ini merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan luar kota hingga luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.

Pengunjung yang datang dari berbagai daerah itu kebanyakan mendatangi Palenggahan Agung Srigati guna melakukan ritual yang biasanya dipimpin sang juru kunci bernama Marji.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sejarah

Sumber : Solopos.com

Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top