Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penerimaan Pajak Kanwil DJP Jatim III Menembus Rp32,42 Triliun

Banyak faktor yang mewujudkan keberhasilan ini, namun yang paling utama karena dukungan dan partisipasi seluruh wajib pajak yang telah taat dan patuh membayar pajak.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 01 Januari 2022  |  13:31 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bisnis.com, MALANG — Penerimaan pajak Kanwil Direktorat Jenderal Pajak atau DJP Jatim III mencapai Rp32,42 triliun pada posisi Kamis (30/12/2021).

Kepala Kanwil DJP Jawa Timur III, Agustin Vita Avantin, mengatakan penerimaan pajak sebesar itu melampaui dari target yang ditetapkan sebesar Rp31,5 triliun pada 2021 atau mencapai 102,67 persen.

“Tahun 2021 ini menjadi sejarah baru di mana Kanwil DJP Jawa Timur III beserta seluruh KPP di lingkungan Kanwil DJP Jawa Timur III yang juga meraih penerimaan melebihi target,” katanya, Jumat (31/12/2021).

Tercatat seluruh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di wilayah kerja Kanwil DJP Jawa Timur III berhasil mencapai target penerimaan pajak lebih dari 100 persen dari target yang telah ditetapkan pada masing-masing KPP tercatat sampai dengan

30 Desember 2021, yakni KPP Pratama Kediri, KPP Pratama Tulungagung, KPP Pratama Malang Utara, KPP Pratama Situbondo, KPP Pratama Pare, KPP Pratama Jember, KPP Pratama Probolinggo, KPP Pratama Blitar, KPP Pratama Pasuruan, KPP Pratama Kepanjen, KPP Pratama Malang Selatan, KPP Madya Malang, KPP Pratama Singosari, KPP Pratama Batu, dan KPP Pratama Banyuwangi.

Menurut dia, banyak faktor yang mewujudkan keberhasilan ini, namun yang paling utama karena dukungan dan partisipasi seluruh wajib pajak yang telah taat dan patuh membayar pajak.

“Kami, seluruh jajaran Kanwil DJP Jawa Timur III mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas kontribusi dan peran serta seluruh wajib pajak yang telah patuh dan taat menjalankan kewajiban perpajakannya meski dalam kondisi ekonomi yang masih serba sulit di masa pandemi ini,” ujarnya.

Pajak yang dibayarkan wajib pajak, dia menegaskan, merupakan amunisi untuk senjata percepatan pemulihan ekonomi nasional dan sebagai wujud cinta pada negara.

Vita juga mengatakan keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras 1.600 lebih pegawai di lingkungan Kanwil DJP Jatim III. Di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai, pembatasan sosial yang masih tinggi, dan terbatasnya interaksi, pengamanan penerimaan pajak menemui hambatan yang tidak mudah.

Namun, dia meyakinkan, dengan semangat yang tidak patah, aparat Kanwil DJP Jawa Timur III terus bekerja mengumpulkan pundi-pundi penerimaan yang merupakan penopang utama pembiayaan negara.

“Sesuai arahan Direktur Jenderal Pajak, euforia akan keberhasilan ini hendaknya tidak berlebihan. Ke depan, tantangan akan semakin berat.,” ujarnya.

Pada 2022, menurut dia, akan menjadi tahun yang sangat krusial, yakni tahun terakhir defisit APBN boleh melebihi 3 persen. Pada 2023 harus sudah di bawah 3 persen. Di sisi lain, ketidakpastian risiko pandemi Covid-19 masih membayangi.

Dia menegaskan, penerimaan negara tentu dituntut semakin besar untuk dapat menutupi defisit APBN tersebut. Untuk itulah, Vita berharap para insan Kanwil DJP Jawa Timur III harus sudah siap sedia menghadapi berbagai tantangan di Tahun 2022 demi pemulihan ekonomi negara.

Oleh sebab itu, Kanwil DJP Jatim III akan tetap mengevaluasi kinerja tahun 2021. Kinerja dan strategi yang sudah baik akan dilanjutkan pada 2022, sedangkan kinerja kurang baik akan diperbaiki dan jika perlu diganti.(K24)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak jatim
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top