Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Smelter Gresik Jadi Sejarah Baru, Pendapatan dari Tembaga Bisa US$5,4 Miliar

Saat ini harga copper sedang super cycle US$9.400 per ton. Jadi dengan investasi Rp42 triliun atau US$3,5 miliar itu, revenue hanya dari copper saja bisa US$5,4 miliar.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 12 Oktober 2021  |  16:37 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto (ketiga kiri) saat konferensi pers usai peresmian Ground Breaking Smelter PT Freeport Indonesia di JIIPE Gresik, Selasa (12/10/2021). Peni Widarti - Bisnis
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto (ketiga kiri) saat konferensi pers usai peresmian Ground Breaking Smelter PT Freeport Indonesia di JIIPE Gresik, Selasa (12/10/2021). Peni Widarti - Bisnis

Bisnis.com, GRESIK - Presiden Joko Widodo telah meresmikan groundbreaking pembangunan smelter single line di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik milik PT Freeport Indonesia (PTFI), Selasa (12/10/2021).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, dibangunnya smelter Freeport di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik ini diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi industri lain untuk masuk berinvestasi ke KEK Gresik, khususnya industri turunan tembaga.

“Pemerintah akan beri dukungan penuh agar iklim investasi kita semakin membaik, infrastruktur akan terus kita dukung. Kemudahan dan kepastian usaha kita dukung, ketersediaan SDM sesuai kebutuhan industri juga ikut mendukung agar KEK Gresik semakin maju dan Indonesia semakin diminati sebagai tujuan investasi,” katanya.

Jokowi mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dengan menciptakan ekonomis setinggi-tingginya, dan yang tidak kalah penting adalah menciptakan lapangan pekerjaan lebih banyak sehingga menjadikan Indonesia semakin mandiri dan maju.

“Jangan sampai kita punya tambang konsentrat tapi hilirisasinya di luar negeri, di Spanyol, di Jepang. Agar komoditas kita lebih tinggi nilainya dan tidak kirim mentahan, kirim raw material agar memberi nilai tambah bagi negara, artinya kan memberikan income lebih tinggi pada negara,” katanya.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas mengatakan smelter dengan nilai investasi Rp42 triliun tersebut dibangun di atas lahan seluas 100 hektare. Smelter ini akan menjadi smelter single line terbesar di dunia dengan kapasitas desain 1,7 juta ton konsentrat per tahun. 

“Peresmian ini menandai dimulainya tahap konstruksi smelter setelah sejumlah tahapan dilakukan termasuk Front-End Engineering Deign, reklamasi dan penguatan lahan serta rekayasa detail sejak 2018 dan hingga kini progresnya telah mencapai 8 persen,” ujarnya.

Tony menjelaskan dimulainya pembangunan smelter ini merupakan komitmen PTFI sesuai kesepakatan divestasi 2018. Kewajban pembangunan smelter juga tertuang dalam Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PTFI yang menjadi bagian tak terpisahkan dari izin berkelanjutan operasi PTFI hingga 2041.

“Dalam proyek besar kita ini menunjuk PT Chiyoda International Indonesia untuk melakukan pekerjaan Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) di tahap konstruksi yang setidaknya menyerap sekitar 40.000 tenaga kerja yang direkrut oleh perusahaan kontraktor,” jelasnya.

Adapun pembangunan smelter yang ditargetkan rampung pada 2023 ini nantinya akan mendapatkan pasokan konsentrat tembaga yang berasal dari tambah bawah tanah yang dikelola PTFI. Sebanyak 98 persen karyawan PTFI sendiri merupakan putra puteri bangsa yang berasal dari berbagai suku dan daerah termasuk Papua dan daerah lain.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan selama 40 tahun keuntungan dari produksi yang dihasilkan Freeport dinikmati di luar Negeri. 

“Smelter ini akan mengolah 1,7 juta ton konsentrat, dan ini single line terbesar di dunia dengan produksi 600.000 copper. Saat ini harga copper sedang super cycle US$9.400 per ton. Jadi investasi Rp42 triliun atau US$3,5 miliar itu revenue hanya dari copper saja itu US$5,4 miliar, dan ini menjadi sejarah karena seluruhnya nanti akan diproduksi di Gresik,” jelasnya.

Dia melanjutkan keberadaan industri pengolahan hasil tambang di Gresik diharapakan ke depan bisa mewujudkan rencana pengembangan Bullion Bank di Indonesia oleh Bank Indonesia.

“Ini akan menghasilkan copper, sebagian untuk dalam negeri dan sebagian ekspor, tergantung serapan dalam negeri yang didorong seberapa, tapi minimal kita bisa mewujudkan bullion bank, karena pemerintah saat ini sedang menyiapkan aturannya, jadi ke depan emas enggak perlu diekspor dulu ke Singapura, tapi disimpan di kita,” imbuhnya.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Freeport smelter jatim gresik
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top