Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nelayan Jatim Diminta Tidak Sewakan Kapal untuk Mudik

Selain untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, ini juga untuk keselamatan manusia karena menyebrang menggunakan kapal nelayan cukup berbahaya karena gelombang masih tinggi.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 29 April 2021  |  16:14 WIB
Kapal nelayan  - Antara
Kapal nelayan - Antara

Bisnis.com, SURABAYA - Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Jawa Timur meminta kepada para nelayan agar tidak menyewakan kapalnya untuk para pemudik sesuai dengan aturan larangan mudik yang mencakup jalur darat, laut dan udara.

Dirpolairud Polda Jatim Kombes Pol Arnapi mengatakan larangan menyewakan kapal nelayan ini tidak hanya untuk mengantisipasi gelombang mudik untuk memutus penyebaran Covid-19, tetapi juga untuk keselamatan para pemudik di laut.

“Selain untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, ini juga untuk keselamatan manusia karena menyebrang menggunakan kapal nelayan cukup berbahaya karena gelombang masih tinggi,” katanya, Kamis (29/4/2021).

Dia menjelaskan sejak awal Ramadan, pihaknya sudah gencar melakukan sosialisasi kepada para nelayan di pesisir pantai di Jatim. Hal yang paling ditekankan dalam sosialisasi kepada nelayan ini adalah pemahaman yang benar tentang alasan mengapa ada larangan mudik.

“Kita sampaikan dulu alasan larangan mudik, dan kami menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Jatim, nasional dan global,” imbuhnya.

Menurutnya, wilayah yang rawan dilakukan praktik persewaan kapal nelayan ini adalah di Jember, Probolinggo, Situbondo dengan tujuan Pulau Madura. 

“Memang biasanya mereka mudik ke Madura pada saat Iduladha, sedangkan Idulfitri tidak terlalu banyak, tetapi kami tetap mengantisipasi sesuai kebijakan pemerintah,” imbuhn Arnapi.

Arnapi menambahkan, pihaknya juga telah memerintahkan kepada seluruh jajaran Satpolair di polres-polres di kawasan pesisir Jatim untuk mendatangi kapal dan para nelayan guna mengimbau dan mensosialisasikannya lebih masif.

“Kami juga sudah mengimbau Syahbandar agar tidak memberikan izin berlayar pada kapal saat laranan mudik berlaku yakni pada 6 - 17 Mei 2021,” imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim Mudik Lebaran
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top