Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peternak Ayam di Jatim Sebut Dua Faktor Pemicu Kenaikan Daging

Untuk memenuhi pasokan daging ayam di pasaran, peternak saat ini mulai meningkatkan stok pemeliharaan DOC, hanya saja jumlahnya masih tetap dibatasi.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 26 April 2021  |  13:32 WIB
Anak ayam usia sehari (day old chick). - Ilustrasi/Bisnis
Anak ayam usia sehari (day old chick). - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, SURABAYA - Kalangan peternak ayam broiler atau ayam pedaging di Kabupaten Blitar menyebut sejumlah faktor telah mempengaruhi harga daging ayam di pasaran yang sempat melambung sampai Rp45.000/kg.

Ketua Koperasi Broiler Blitar, Harianto menjelaskan sejak beberapa bulan lalu memang terdapat pembatasan untuk pemeliharaan day old chicken (DOC) agar pasokan ayam tidak terlalu banyak karena dapat memengaruhi stabilitas harga pasar.

“Namun saat ada pembatasan, ternyata cuacanya kurang mendukung sehingga banyak ayam-ayam yang sakit sehingga produksinya pun berkurang. Ini yang kemudian menyebabkan kelangkaan ayam hidup dan harga dagingnya di pasar jadi melambung,” jelasnya kepada Bisnis, Senin (26/4/2021).

Dia menjelaskan, untuk memenuhi pasokan daging ayam di pasaran, peternak saat ini mulai meningkatkan stok pemeliharaan DOC, hanya saja jumlahnya masih tetap dibatasi.

Menurut Harianto, dengan pasokan yang kurang, harga ayam hidup di tingkat petani pun sempat mencapai Rp25.000. Namun kini sudah mulai menurun sekitar Rp20.000 - Rp21.000/ekor.

“Hari ini harga daging ayam berangsur sudah turun dan normal. Stok ayam hidup pun sudah aman bahkan cukup untuk kebutuhan momen Lebaran dengan harga yang normal. Peternak di Blitar sendiri selama ini memasok kebutuhan daging ayam untuk wilayah Malang dan sekitarnya,” katanya.

Harianto menambahkan, kenaikan harga daging ayam broiler di pasaran juga disebabkan oleh kenaikan harga pakan yang terus meningkat sehingga mempengaruhi HPP peternak ayam. Adapun saat ini HPP peternak ayam broiler berada di kisaran Rp19.000.

Berdasarkan pantauan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim, harga daging ayam per 26 April 2021 di Jatim rerata sudah menurun menjadi Rp35.705/kg. Harga tertinggi terjadi di wilayah Pamekasan, Sumenep dan Sampang yakni mencapai Rp42.500 - Rp43.500/kg, sedangkan harga terendah terjadi di Bojonegoro Rp36.500/kg.

Harga rerata daging ayam broiler tersebut turun sudah turun dibandingkan seminggu lalu atau 19 April 2021 yakni mencapia Rp37.242/kg. Puncak harga tertinggi pada April ini terjadi mulai 12 April 2021 yakni rerata Jatim mencapai Rp39.716/kg, dengan harga tertinggi terjadi di Sumenep, Pamekasan, Sampang mencapai Rp44.000 - Rp46.000/kg.

 

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim daging ayam peternak ayam
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top