Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OJK: Ekonomi Syariah Bisa Tumbuh Lebih Tinggi Tahun 2021

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan industri syariah selama pandemi tahun lalu bahkan mampu tumbuh lebih tinggi dibandingkan industri konvensional. Sebagai contoh pembiayaan perbankan syariah tahun lalu mampu tumbuh 9 persen.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 26 Maret 2021  |  20:46 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso ketika memberikan laporan dalam Seremoni Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2021, Senin (4/1 - 2021).
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso ketika memberikan laporan dalam Seremoni Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2021, Senin (4/1 - 2021).

Bisnis.com, SURABAYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan pertumbuhan ekonomi syariah tahun ini bisa lebih tinggi dari capaian tahun lalu sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional sekaligus besarnya potensi berbagai industri berbasis syariah.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan industri syariah selama pandemi tahun lalu bahkan mampu tumbuh lebih tinggi dibandingkan industri konvensional. Sebagai contoh pembiayaan perbankan syariah tahun lalu mampu tumbuh 9 persen.

“Melihat kondisi pertumbuhan kredit syariah tahun lalu yang cukup bagus, maka tahun ini bisa lebih besar lagi,” katanya seusai Sarasehan Industri Jasa Keuangan Jatim 2021, Jumat (26/3/2021).

Dia mengatakan industri syariah sangat memiliki potensi besar karena memiliki penduduk muslim terbesar di dunia. Hanya saja, untuk meningkatkan industri syariah saat ini masih diperlukan dorongan yang kuat agar masyarakat lebih memahami konsep syariah.

“Ini yang masih perlu kita bina bersama dan kita kembangkan. Perkembangan ekonomi kita juga masih didukung yang konvensional, makanya kita perlu membuat terobosan bagaimana Indonesia ini menjadi pusat dan masyarakat syariah dunia,” katanya.

Menurutnya, untuk menciptakan masyarakat yang syariah perlu disiapkan ekosistem mulai dari produknya hingga kualitasnya. Saat ini, di Jatim bahkan sudah mulai tercipta ekosistem berbasis syariah dengan potensi ribuan pesantren yang ada.

Dia mengatakan memang secara global, Indonesia yang memiliki penduduk muslim terbesar ternyata masih kalah dengan negara lain dalam pengembangan industri syariah. Sebagai contoh usaha travel syariah cukup kuat dimiliki oleh Thailand.

“Ironinya kita memang masih kalah dengan negara-negara yang non muslim, travel syariah kita kalah dengan Thailand, begitu juga halal food kita kalah dengan Singapura, artinya Singapura merencanakan ini dengan baik, kita justru kketinggalan,” imbuhnya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya mengatakan saat ini di Jatim terdapat 6.864 pondok pesantren yang menjadi kekuatan untuk didorong dalam pengembangan industri syariah.

“Secara spesifik bagaimana konsep halal yang mungkin bisa didiskusikan lebih detail kemudian. Saya pun mendorong agar UMKM/IKM kita bisa masuk ke Kawasan Industri Halal (KIH) Safe n’ Lock dan berharap ini akan menjadi pintu masuk pada IKM untuk mendapatkan fasilitas sertifikat halal,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan perbankan syariah OJK
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top