Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Arus Peti Kemas di Pelindo III Mencapai 5,08 juta TEUs

Meski seluruh dunia harus menghadapi pandemi ini, tetapi laju perdagangan domestik maupun ekspor-impor tetap bergerak positif.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 09 Februari 2021  |  14:58 WIB
Aktivitas pelabuhan Pelindo III. - Ist/Pelindo III
Aktivitas pelabuhan Pelindo III. - Ist/Pelindo III

Bisnis.com, SURABAYA - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III menyebut kinerja pelabuhan pada 2020 tetap mengalami pertumbuhan yang positif meski di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Direktur Utama Pelindo III U Saefudin Noer mengatakan meski seluruh dunia harus menghadapi pandemi ini, tetapi laju perdagangan domestik maupun ekspor-impor tetap bergerak positif.

“Positifnya kinerja pelabuhan ini dipengaruhi laju perdagangan ekspor-impor dan perdagangan domestik sejak Juli 2020 yang tercatat di sejumlah pelabuhan di bawah Pelindo III,” katanya, Selasa (9/2/2021).

Adapun pada 2020, Pelindo III mencatatkan kinerja arus peti kemas 5,08 juta TEUs atau tercapai 103 persen dari target. Sedangkan jumlah kunjungan kapal tahun lalu mencapai 284 juta GT atau tercapai 98 persen dari target.

Sementara dari sisi arus barang, tercatat sebanyak 65 juta ton atau terealisasi 95 persen dari target. Barang kemasan mencapai 117 persen dari target, yaitu 2,7 juta M3, dan arus distribusi gas tercapai 11,5 juta MMBTU atau 102 persen dari target.

Saefudin mengatakan pencapaian tersebut diraih dengan mengedepankan 5 prioritas Kementerian BUMN sebagai pedoman dalam berusaha untuk mencapai target 2020, di antaranya prioritas nilai ekonomi dan sosial, inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan investasi, dan pengembangan talenta.

Dia mencontohkan prioritas nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia yang telah diberikan adalah insentif dan kebijakan yang mengedepankan manfaat tanpa melihat sisi keuntungan bisnis, misalnya memperpanjang masa penumpukan peti kemas ekspor impor dari semula 3 hari menjadi 7 hari,” jelasnya.

“Sekarang peti kemas ekspor dapat masuk ke terminal pada 5 hari sebelum kedatangan kapal, sedangkan sebelumnya hanya bisa dilakukan 3 hari sebelum kapal datang,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, Pelindo III juga memberikan diskon tarif terminal handling charge (THC) sebesar 35 persen bagi petikemas transhipment, serta menyediakan tempat pemeriksaan fisik terpadu untuk peti kemas internasional.

“Ini merupakan inovasi hasil kolaborasi dengan Dirjen Bea dan Cukai dan Karantina Hewan maupun Karantina Tumbuhan. Inovasi ini membuat biaya operasional pelabuhan turun karena tidak perlu dilakukan pemeriksaan dari satu lokasi ke lokasi lainnya,” imbuhnya.

Saefudin menambahkan dari sisi kepemimpinan teknologi dilakukan dalam bentuk penyediaan layanan kepelabuhanan yang terintegrasi dan berbasis teknologi informasi. Saat ini seluruh layanan Pelindo III tersedia dalam satu portal yang bisa diakses dari mana saja dan kapan saja oleh pengguna jasa.

“Penggunaan teknologi selain memudahkan pengguna jasa juga dapat meminimalkan kontak langsung sehingga mengurangi risiko tertular Covid-19 di masa pandemi ini,” imbuhnya.

Dari sisi investasi, perseroan juga terus menggenjot pembangunan Terminal Multipurpose Labuan Bajo, Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) dan Terminal Gili Mas, dan terakhir dari sisi pengembangan talenta dilakukan dengan meningkat kapasitas karyawan melalui berbagai program pengembangan dan keterampilan karyawan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor pelindo iii jatim
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top