Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Arus Kas Jatim Awal Tahun Mengalami Net Outflow

Posisi Maret saja, sudah ada outflow Rp2,9 triliun.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 28 April 2020  |  16:22 WIB
Karyawan menghitung uang pecahan Rp.100.000 di salah satu Bank yang ada di Jakarta, Senin (4/6). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan menghitung uang pecahan Rp.100.000 di salah satu Bank yang ada di Jakarta, Senin (4/6). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, SURABAYA - Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur (BI Jatim) mengungkapkan ada tren pergeseran arus uang kas yang di awal tahun biasanya mengalami net inflow ini menjadi net outflow.

Abrar, Kepala Divisi SP PUR Layanan dan Administrasi BI Jatim, mengatakan terjadinya net outflow (uang yang keluar dari BI lebih banyak dari pada kas masuk dari perbankan) ini diperkirakan karena akan ada kebutuhan Ramadan dan Lebaran termasuk adanya pandemi Covid-19.

"Awal tahun kecenderungan net inflow tapi kalau sekarang posisinya net outflow karena uang yang keluar dari masyarakat sudah banyak. Artinya serapan uang di masyarakat lebih banyak dari pada yang masuk ke Bank Indonesia atau ada penarikan uang masyarakat dari bank-bank," jelasnya dalam Virtual Meeting BI Bincang Media, Selasa (28/4/2020).

Dia mengatakan pada posisi Maret saja, sudah ada outflow Rp2,9 triliun. Uang yang dikeluarkan ini, kata Abrar, banyak variable yang menentukan termasuk sebagai persediaan selama pandemi Covid-19.

Abrar mengatakan sejak awal pandemi, BI Jatim sudah berkoordinasi dengan perbankan agar bank punya perencanaan jangka panjang termasuk bank bisa mengelola uangnya untuk kebutuhan masyarakat.

"Nah itu ada pengaruhnya, sehingga bank cenderung menarik uang dari Bank Indonesia untuk ketersediaan bank. Kami juga minta bank agar ATM harus diisi jangan sampai kosong agar bisa melayani masyarakat," imbuhnya.

Meski terjadi net outflow, lanjut Abar, kas BI Jatim saat ini masih aman bahkan posisinya jauh di atas proyeksi kebutuhan masyarakat.

Imam Subarkah, Kepala Grup SP PUR Layanan dan Administrasi BI Jatim, menambahkan dalam kondisi pandemi ini, pelaksanaan manajemen BI Jatim pun hanya mengoperasikan dua kantor pelayanan kas terhadap perbankan.

"Kami bagi 2 tim yang melayani penyediaan uang bagi perbankan. Lokasi utama memang lebih lengkap infrastrukturnya yakni di kantor utama BI Jatim Jl. Pahlawan Surabaya, yang kedua di gedung heritage De Javasche Bank," katanya.

Selain itu, lanjutnya, BI Jatim juga menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dengan melakukan perubahan jam layanan yang biasanya sampai pukul 12.00 kini hanya sampai pukul 11.00 WIB.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia jawa timur
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top