Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Intiland Fokus Penjualan Stok Proyek Surabaya

Perseroan akan mengeksplorasi semua peluang pasar, termasuk ke segmen konsumen menengah ke bawah.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 07 April 2020  |  15:30 WIB
Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi PT Intiland Development Tbk Archied Noto Pradono (dari kanan) berbincang dengan Direktur Pengembangan Bisnis Permadi Indra Yoga, dan Direktur PT Menara Prambanan Hans Hutoyo Halim, usai penandatanganan naskah kerja sama, Jakarta, Kamis (11/4/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi PT Intiland Development Tbk Archied Noto Pradono (dari kanan) berbincang dengan Direktur Pengembangan Bisnis Permadi Indra Yoga, dan Direktur PT Menara Prambanan Hans Hutoyo Halim, usai penandatanganan naskah kerja sama, Jakarta, Kamis (11/4/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, SURABAYA - PT Intiland Develompent Tbk memilih untuk fokus pada penjualan stok produk yang dimiliki salah satunya proyek Surabaya di tengah kondisi wabah virus corona atau Covid-19.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono mengatakan fokus pengembangan tahun ini lebih pada proyek eksisting atau yang sedang berjalan. Sehingga perseroan akan mengeksplorasi semua peluang pasar, termasuk ke segmen konsumen menengah ke bawah yang masih cenderung bergerak dengan target utama para end user.

"Kami juga sedang mencermati perkembangan situasi dan kondisi saat ini, sehingga kami cenderung menempuh langkah konservatif dalam memutuskan setiap pengembangan proyek baru, serta lebih teliti dan hati-hati untuk mendapatkan momentum terbaik dalam peluncuran," katanya dalam rilis, Selasa (7/4/2020).

Adapun pembangunan proyek-proyek Surabaya yang sudah dalam tahap penyelesaian dan mulai serah terima ke konsumen seperti kondominium Graha Golf, The Rosebay, Spazio Tower dan 1Park Avenue.

Archied mengakui tantangan industri properti tahun ini semakin berat dengan adanya darurat pandemik penyebaran Covid-19.

"Kondisi ini pun secara langsung menciptakan dampak negatif terhadap kondisi perekonomian dan bagi upaya pemulihan sektor properti nasional serta berdampak terhadap arus kas perusahaan," imbuhnya.

Berdasarkan catatan kinerja perseroan, pada 2019 yang diakui masih terjadi perlambatan pada sektor properti, pendapatan usaha Intiland mencapai Rp2,7 triliun, atau naik 7,2 persen dibandingkan 2018 yang mencapai Rp2,5 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya jawa timur intiland
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top