Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cegah Corona Pemkot Surabaya Kaji Penutupan Pasar, PDPS: Tidak akan Mendadak

Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) Kota Surabaya menyebutkan akan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum pasar di bawah Pemkot ditutup.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Maret 2020  |  08:39 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima bantuan APD dan masker dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di Gedung Grahadi Surabaya, Kamis (26/3/2020). - Bisnis/Peni Widarti
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima bantuan APD dan masker dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di Gedung Grahadi Surabaya, Kamis (26/3/2020). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, JAKARTA- Pemerintah Kota Surabaya mengkaji rencana penutupan pasar tradisional untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19. Menanggapi rencana tersebut, Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) Kota Surabaya berharap kebijakan tersebut dilakukan dengan hati-hati.

Direktur Teknik dan Usaha PDPS Muhibuddin seperti dilansir Antara mengatakan pembatasan jam operasional pasar atau penutupan pasar tradisional di Kota Surabaya, Jawa Timur, sebagai dampak upaya pencegahan penyebaran Covid-19, tidak akan diberlakukan secara mendadak.

"Sebab, dibutuhkan waktu untuk sosialisasi terlebih dulu. Alasannya, pasar adalah displai. Barang dagangan yang dijual di pasar basah di Surabaya adalah produk petani yang berasal dari berbagai daerah," kata Direkt Muhibuddin Jumat (27/03/2020).

Menurut dia, kalau petani sudah telanjur panen dan dibawa ke Surabaya, sedangkan pasarnya tutup, maka hal ini juga perlu dipikirkan. Karena itu, pemerintah kota membutuhkan waktu untuk sosialisasi jika memang akan ada jam buka pasar atau penutupan.

Muhibuddin melanjutkan, sampai saat ini belum ada rencana penutupan pasar, meski pada 23 Maret 2020 lalu, ada undangan rapat koordinasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) JawaTimur dengan agenda pembahasan jam buka pasar tradisional. Karena itu, PD Pasar Surya tetap menunggu instruksi dan perintah dari Wali Kota Surabaya karena PDPS adalah BUMD milik Pemkot Surabaya. "Pada rapat koordinasi itu juga disampaikan bahwa Pemprov akan mengirimkan surat pada pemerintah kabupaten/kota. Jadi, posisi kami adalah menunggu keputusan dari Pemkot Surabaya," kata Muhibuddin. Saat ini PD Pasar Surya sudah melakukan sejumlah langkah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan penyemprotan disinfektan di pasar. Selain penyemprotan yang dilakukan oleh tim Pemkot Surabaya, pedagang juga ada yang swadaya melakukan penyemprotan mandiri.

Selain itu, PD Pasar Surya juga menerbitkan protokol dan imbauan bagi pedagang atau pengunjung pasar. Bagi mereka diimbau memakai masker dan diimbau tidak ke pasar jika dalam kondisi sakit. "Juga rutin cuci tangan dengan menggunakan sabun di wastafel portable yang sudah ada di pasar-pasar," ujarnya. Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah, Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan hingga saat ini belum ada rencana penutupan ataupun pembatasan jam operasional pasar. Namun begitu, setiap pasar telah menerapkan protokol kebersihan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Karena itu kita rutin lakukan sterilisasi dengan cara penyemprotan disinfektan, baik di luar maupun di dalam pasar. Namun begitu, lanjut dia, Pemkot Surabaya terus memaksimalkan upaya preventif mencegah penyebaran Covid-19 seperti menyediakan tempat cuci tangan, cairan pembersih tangan, hingga penyemprotan disinfektan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top