Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KPK Periksa Ruangan Ketua dan Sekretaris DPRD Tulungagung

Sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi kantor DPRD Tulungagung dan memeriksa ruangan Ketua serta Sekretaris DPRD Tulungagung, Jawa Timur, Senin (17/2/2020).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Februari 2020  |  13:58 WIB
Wartawan mengambil gambar sementara petugas keamanan bersenjata laras panjang berjaga di pintu gerbang masuk kompleks perkantoran DPRD Tulungagung, Senin (17/2/2020). - Antara/Destyan Handri Sujarwoko
Wartawan mengambil gambar sementara petugas keamanan bersenjata laras panjang berjaga di pintu gerbang masuk kompleks perkantoran DPRD Tulungagung, Senin (17/2/2020). - Antara/Destyan Handri Sujarwoko

Bisnis.com, TULUNGAGUNG - Sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi kantor DPRD Tulungagung dan memeriksa ruangan Ketua serta Sekretaris DPRD Tulungagung, Jawa Timur, Senin (17/2/2020).

Tiba sekitar pukul 12.00 WIB, sebanyak tujuh anggota tim penyidik KPK yang datang menggunakan empat kendaraan roda empat jenis Kijang Innova langsung memasuki gedung DPRD Tulungagung.

Beberapa petugas lalu bertemu dengan Sekretaris DPRD Tulungagung Budi Fatahillah untuk prosedur penggeledahan yang dilakukan beberapa menit kemudian di ruang mantan Ketua DPRD Tulungagung Supriyono dan ruang Sekwan Budi Fatahillah.

"Mohon maaf, atas permintaan pihak KPK, teman-teman wartawan tidak boleh masuk dan diminta untuk keluar (dulu) dari ruangan ini. Di sini area steril," kata Sekwan Budi Fatahillah sesaat sebelum penggeledahan.

Permintaan itu tak langsung direspon wartawan yang datang ingin memantau aktivitas penggeledahan KPK. Bahkan saat staf sekwan lain keluar dan meminta wartawan agar keluar area perkantoran selagi tim KPK masih melakukan tugas penggeledahan.

"Kami tidak masuk ruangan kok. Kami ada di luar, dan ini ruang publik, jadi tidak seharusnya dan tidak ada tempatnya wartawan diusir," kata Handri S, salah satu awak media.

Sampai kemudian dua grup penyidik KPK dalam waktu tidak bersamaan keluar ruang pertemuan dan mulai menggeledah ruangan mantan Ketua DPRD Tulungagung Supriyono yang kini menjadi tersangka korupsi dengan tuduhan suap pengesahan APBD Kabupaten Tulungagung 2015-2018.

Wartawan yang awalnya masih nekat berada di dalam area perkantoran DPRD Tulungagung dan mengambil beberapa moment aktivitas penyidik KPK akhirnya diminta empat polisi bersenjata laras panjang untuk keluar pagar.

Permintaan itu akhirnya dituruti awak media meski dengan menggerutu.

Proses penggeledahan sampai berita ini masih berlangsung dengan menyasar sejumlah ruangan di kantor dewan tersebut, dengan pengawalan cukup ketat dari aparat kepolisian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa timur tulungagung

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top