Jatim Optimistis Inflasi Bisa di Bawah 3 Persen pada 2020

Provinsi Jawa Timur dengan optimistis memproyeksikan tingkat inflasi pada 2020 bisa berada di bawah 3% atau di bawah rata-rata nasional.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 12 Desember 2019  |  18:51 WIB
Jatim Optimistis Inflasi Bisa di Bawah 3 Persen pada 2020
Peserta membawakan Tari Sajojo saat memperingati Hari Ibu di bentang tengah Jembatan Suramadu, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (7/12/2019). - Antara/Moch Asim

Bisnis.com, SURABAYA - Provinsi Jawa Timur dengan optimistis memproyeksikan tingkat inflasi pada 2020 bisa berada di bawah 3% atau di bawah rata-rata nasional.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah mengatakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jatim optimistis lantaran hingga November 2019, tingkat inflasi Jatim mampu berada di level 1,59%, atau 2,20% (November 2019 terhadap November 2018).

"Alhamdulliah per November 2019, inflasi Jatim terbaik se-Jawa dalam sejarah capaian inflasi kita paling rendah. Jadi tahun depan proyeksi kami 2,6% lah atau paling jelek 3%," katanya seusai menggelar High Meeting Level (HML) TPID Jatim, Kamis (12/12/2019).

Meski begitu, lanjut Difi, Jatim tetap harus waspada menghadapi momen akhir tahun yakni liburan Natal dan Tahun Baru yang umumnya terjadi kenaikan harga.

"Untuk mengantisipasi kenaikan harga ini kami cek persiapan dari berbagai pihak, seperti pasokan minyak, beras, gula, persiapan listrik dan gas. So far semua masih dalam kontrol dan Insya Allah Jatim inflasinya di bawah nasional," katanya.

Dia menambahkan, tantangan ke depan dalam menjaga inflasi bagi Jatim adalah pada shock therapy price atau perubahan harga komoditas secara tiba-tiba.

"Jatim ini sangat rentan dengan kenaikan BBM, sewa rumah, angkutan udara. Nah sementara kita belum melihat shock therapy price itu," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menambahkan jelang Natal dan Tahun Baru ini, stok komoditas pangan di Jatim cukup aman baik beras, gula, daging sapi, ayam dan telur.

"Stok listrik juga aman karena ada 157 mobil PLN yang disiagakan supaya bisa memberi layanan jika ada gardu yang bermasalah karena hujan atau angin," ujarnya.

Sedangkan, untuk pasokan BBM Pertamina diperkirakan ada kenaikan harga sampai 7% pada saat momen tersebut. Meski begitu, Khofifah meminta agar masyarakat tidak menimbun pasokan bahan pangan dalam momen Nataru lantaran stoknya aman.

"Bahkan angkutan truk yang mengangkut kebutuhan pokok dan BBM mendapatkan eksepsi untuk melintas/beroperasi pada 20 -25 Desember (Natal) dan 30 Desember - 31 Desember (Tahun Baru) agar pasokan pangan tetap terjaga," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, Inflasi, jawa timur

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup