Kadin Jatim Rumuskan Peluang Swasta dalam Proyek Strategis

Rumusan masalah dan solusi tersebut nantinya akan dibahas dalam Musyawarah Provinsi (Muprov) Kadin Jatim pada 18 - 20 Desember mendatang.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 06 Desember 2019  |  18:39 WIB
Kadin Jatim Rumuskan Peluang Swasta dalam Proyek Strategis
Dari kiri-kanan, Humas dan Publikasi Panitia Muprov Kadin Jatim Luthfil Hakim, Wakil Ketua Umum Bidang UMKM Kadin Jatim M. Rizal dan Wakil Ketua Kadin Deddy Suhajadi saat konferensi pers Musyawarah Provinsi Kadin Jatim di Surabaya, Jumat (6/12/2019). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur akan merumuskan kebijakan peluang swasta dalam menggarap proyek strategis untuk diusulkan kepada pemerintah guna menggerakkan roda perekonomian secara adil dan merata.

Wakil Ketua Umum Bidang UMKM Kadin Jatim, M. Rizal mengatakan rumusan masalah dan solusi tersebut nantinya akan dibahas dalam Musyawarah Provinsi (Muprov) Kadin Jatim pada 18 - 20 Desember mendatang.

"Dalam kesempatan musyawarah itu, rencananya akan hadir Menteri BUMN Erick Thohir sehingga kami punya kesempatan untuk menyampaikan usulan dan apa yang diinginkan pengusaha swasta," jelasnya dalam konferensi pers, Jumat (6/12/2019).

Dia menjelaskan Presiden Joko Widodo sebelumnya telah memberikan pernyataan bahwa ke depan peluang swasta dari pada BUMN akan menjadi prioritas.

"Tentu statement ini menjadi harapan besar bagi swasta untuk bisa bersinergi dengan pemerintah/BUMN. Kalau swasta mampu, maka BUMN tidak akan turun dan spiritnya sebagai triger yang seharusnya bisa menggarap proyek luar negeri untuk mendatangkan devisa," katanya.

Rizal mengatakan selama ini, kue proyek di Indonesia kerap digarap dan dikuasai sendiri oleh BUMN beserta anak usaha dan cucu, bahkan cicit. Semua BUMN melakukan diversifikasi usaha sehingga swasta kesulitan bergerak, dan peluangnya semakin sempit.

"Banyak swasta yang mampu, tapi ada hal yang tidak pas karena akhirnya anak usaha atau cucu usaha BUMN ini menjadi kompetitor bagi swasta yang kecil, bahkan untuk proyek yang hanya di bawah Rp500 miliar, proyek itu sudah disubkan ke anak usaha," jelasnya.

Menurut Rizal, BUMN sudah saatnya go internasional alias menggarap proyek-proyek luar negeri untuk turut mendatangkan devisa negara, dan menyerahkan peluang usaha bagi swasta di dalam negeri.

"Atau mungkin BUMN bermain di daerah-daerah yang memang swasta belum mampu menggarapnya," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang berbeda, Direktur Utama Pelindo III Doso Agung menyatakan setuju dengan pernyataan pemerintah bahwa BUMN kembali pada core business-nya dan memberi kesempatan pada perusahaan lain untuk menggarap proyek yang sesuai keahlian.

"Saya setuju sekali, kami melihat bahwa core business jadi ranah utama kami yakni pelabuhan, tapi kami melihat perkembangan situasi, dan lingkungan di sekitar," ujarnya.

Sebagai contoh, katanya, proyek pembangunan terminal gas di Teluk Lamong merupakan kerja sama dengan PGN yang bekerja sebagai pemasok gas karena memang itu merupakan core business PGN.

"Sementara Pelindo III menyediakan kapal dan pelabuhannya, jadi memang kami fokus di core business pelabuhan," imbuh Doso.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kadin

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup