79 Kapal Pesiar Akan Singgah di Pelabuhan Pelindo III

Sedikitnya 79 kapal pesiar atau cruise akan singgah di sejumlah pelabuhan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III pada tahun 2020 mendatang.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  23:33 WIB
79 Kapal Pesiar Akan Singgah di Pelabuhan Pelindo III
Wisatawan asing saat turun dari saat kapal pesiar Sun Princess Cruise di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa (5/11/2019). Wisatawan asing yang kebanyakan dari Australia ini berencana mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Lombok. - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA – Sedikitnya 79 kapal pesiar atau cruise akan singgah di sejumlah pelabuhan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III pada tahun 2020 mendatang.

Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung mengatakan bahwa untuk menyambut kedatangan cruise yang setiap tahun meningkat ini, perseroan telah menyiapkan berbagai infrastruktur dan fasilitas pelabuhan.

"Sejumlah infrastuktur penunjang mulai dari perbaikan area gedung pelabuhan, pengerukan alur dan kolam hingga menambah panjang dermaga sesuai standart agar kapal cruise bisa bersandar terus digarap," katanya dalam rilis, Selasa (3/12/2019).

Dia mengatakan saat ini Pelindo III memiliki 6 pelabuhan yang bisa disandari kapal pesiar, seperti Tanjung Mas, Tanjung Perak, Benoa, Celukan Bawang, Lembar dan Gili Mas.

Diharapkan, keberadaan pelabuhan berstandar cruise ini bisa turut mendongkrak kunjungan pariwisata terutama wisatawan asing yang ditargetkan bisa menggaet 20 juta wisatawan.

"Kami terus menambah kapasitas dermaga dan fasilitas pendukung lainnya sehingga kapal cruise bisa sandar di dermaga. Kalau enggak bisa sandar, pasti jumlah turis yang akan turun dan terbatas karena harus ditransfer lagi ke kapal kecil karena kapal cruise hanya dapat berlabuh," imbuh Dosi.

Adapun hingga November 2019 tercatat 124 unit cruise bersandar di pelabuhan Pelindo III.

Selain mendorong peningkatan sektor pariwisata, Pelindo III juga didorong untuk memfasilitasi sektor perikanan sebagai operator pelabuhan untuk membangun sistem logistik perikanan.

"Presiden menginginkan Indonesia sebagai poros maritim dunia termasuk dengan segala potensinya seperti potensi lokasi indonesia sebagai jalur perdagangan laut dan kekayaan ikan di dalamnya, jumlah ikan tuna kita terbesar dunia sehingga potensi ini menjadi tanggung jawab kita bersama," kata M. Zulfikar Mochtar dari Dirjen Perikanan Tangkap  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelindo iii

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup