Optimalkan Potensi Kelautan, Pertamina Patra Niaga Kejar Penjualan 210.000 KL

PT Pertamina Patra Niaga Region III tengah mengejar target penjualan bahan bakar minyak (BBM) untuk industri sampai akhir tahun ini yang mencapai 210.000 kilo liter dengan mengoptimalkan potensi di sektor perikanan dan kelautan.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 05 November 2019  |  22:40 WIB
Optimalkan Potensi Kelautan, Pertamina Patra Niaga Kejar Penjualan 210.000 KL
Pekerja beraktivitas di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (25/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, SURABAYA – PT Pertamina Patra Niaga Region III tengah mengejar target penjualan bahan bakar minyak (BBM) untuk industri sampai akhir tahun ini yang mencapai 210.000 kilo liter dengan mengoptimalkan potensi di sektor perikanan dan kelautan.

GM Region III Jateng, Jatim Balinus Pertamina Patra Niaga, Bernard Partogi Siagian mengatakan hingga saat ini penjualan BBM perseroan untuk segmen industri sudah mencapai sekitar 90%.

“Penjualan kami dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan sekitar 10%. Kami berharap bisnis kami tumbuh terus, bahkan dengan adanya kantor baru di Surabaya bisa mendorong kinerja ke depan,” katanya dalam keterangan pers, Selasa (5/11/2019).

Bernard menjelaskan, meski tantangan bisnis semakin ketat dengan banyaknya kompetitor sektor energi lain seperti batu bara dan gas, tapi Pertamina Patra Niaga akan menggali potensi-potensi lainnya seperti penjualan BBM untuk kapal-kapal di pelabuhan baik untuk kapal cargo, kapal penumpang di Tanjung Perak dan kapal nelayan yang banyak di Banyuwangi.

Selain memiliki bisnis utama penjualan BBM untuk industri dan penyaluran BBM subsidi dan non subsidi ke seluruh pelosok negeri, Pertamina Patra Niaga Region III ini juga memiliki mengelola depot elpiji yang kini sudah ada di Sekotong Lombok.

“Melalui 2 bisnis utama kami untuk di wilayah Jateng dan Jatim masing-masing memiliki 1.600 Awak Mobil Tanki (AMT) dengan total 490 mobil tanki,” imbuhnya.

Adapun selama ini kontribusi penjualan BBM di wilayah Jatim lebih besar yakni rerata mencapai 13.000 kl – 15.000 kl per bulan, sedangkan di Jateng hanya sekitar 4.000 kl – 5.000 kl.

“Jatim memang lebih besar karena industrinya juga banyak, dan potensinya lebih besar,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup