Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Virus Flu Babi Mendekati Indonesia

Saat ini penyebaran virus flu babi Afrika tersebut sudah mulai mendekat ke Indonesia, sehingga, pengawasan lebih ketat perlu dilakukan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  21:30 WIB
Virus Flu Babi Mendekati Indonesia
Partikel virus flu babi (influenza tipe A subtipe H1N1). - NIAID
Bagikan

Bisnis.com, MALANG - Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya terus mewaspadai penyebaran penyakit African Swine Fever (ASF) atau flu babi Afrika ke wilayah Indonesia dengan memperketat pengawasan di bandara yang memiliki penerbangan internasional.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Musyaffak Fauzi mengatakan saat ini penyebaran virus flu babi Afrika tersebut sudah mulai mendekat ke Indonesia, sehingga, pengawasan lebih ketat perlu dilakukan.

"Indonesia sampai sekarang masih bebas. Namun, Timor Leste, Filipina, Vietnam, sudah ditemukan. Kami akan melakukan pengawasan ketat," kata Musyaffak, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (7/10/2019).

Musyaffak menjelaskan penularan virus flu babi Afrika tersebut bisa melalui makanan olahan yang berbahan baku daging babi, atau daging babi yang dimasak, namun belum matang. Virus tersebut tahan hidup dalam daging babi yang telah diasap, atau diberi garam.

Selain itu, KATA Musyaffak, potensi lainnya adalah jika ada penumpang yang terpapar dari negara asal virus dan masuk ke Indonesia.

"Jika ada penumpang yang berasal dari negara tertular, terutama yang pernah meninjau peternakan, itu biasanya terpapar," ujar Musyaffak.

Berdasarkan laporan dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia, hampir semua negara di benua Asia telah terpapar virus ASF. Diantaranya adalah Mongolia, Vietnam, Kamboja, Hongkong, Korea Utara, Laos, Myanmar, dan yang terbaru adalah Timor Leste pada September 2019.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara eksportir babi, tercatat, kurang lebih pada 2018, ekspor babi mencapai 271 ekor. Sehingga, jika virus tersebut masuk ke Indonesia, bisa menjadi ancaman serius.

Virus ASF sangat berbahaya bagi peternakan babi, dikarenakan jika terjangkit virus tersebut dapat berakibat pada kesakitan dan kematian pada ternak babi dengan tingkat mencapai 100 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

babi

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top