Program Srikandi, BFI Surabaya Kejar 1.200 Nasabah Baru

Sejak program BFI Srikandi diluncurkan tahun ini, hingga kini jumlah nasabah BFI Srikandi yang merupakan khusus perempuan itu sudah mencapai 600 nasabah.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 22 September 2019  |  16:06 WIB
Program Srikandi, BFI Surabaya Kejar 1.200 Nasabah Baru
Area Manager BFI Surabaya, Nuzul Ittaqa (kelima kanan) saat memberikan piagam penghargaan dan terima kasih kepada peserta Program Srikandi di Surabaya, Sabtu (21/9/2019). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA — PT BFI Finance Indonesia Tbk. wilayah Surabaya tengah mengejar target nasabah baru untuk program BFI Srikandi agar menjadi 1.200 nasabah sampai akhir tahun ini melalui berbagai kegiatan rutin setiap bulan.

Area Manager BFI Surabaya Nuzul Ittaqa mengatakan sejak program BFI Srikandi diluncurkan tahun ini, hingga kini jumlah nasabah BFI Srikandi yang merupakan khusus perempuan itu sudah mencapai 600 nasabah.

"Jumlah nasabah Srikandi ini tiap bulan tumbuh rata-rata 20%. Harapannya dengan aktif menggelar kegiatan seru yang melibatkan ibu-ibu ini bisa bertambah nasabahnya menjadi 1.200 orang," katanya di sela-sela acara Pekan Raya Srikandi Lomba Mewarnai TK, Sabtu (21/9/2019).

Dia menjelaskan dalam 3 bulan ke depan ini, BFI Surabaya akan menyiapkan sejumlah kegiatan lagi sebagai bagian menjaring nasabah baru. Meski begitu, katanya, pertumbuhan jumlah nasabah diyakini bukan hanya didorong oleh event, tetapi juga kondisi ekonomi masyarakat yang stabil.

"Kami optimistis karena pertumbuhan bukan hanya karena event. Ukurannya bisa juga dari ekonomi kita yang stabil, khususnya ekonomi makro," jelasnya.

Nuzul menambahkan tahun ini BFI Surabaya sendiri menargetkan penyaluran kredit secara total produk bisa tembus Rp1 triliun. Hingga Agustus 2019, sudah terealisasi 90% dari jumlah target, dengan total nasabah yang dimiliki mencapai 7.000 nasabah.

"Kurang 10% lagi yang masih bisa kami kejar sampai Desember nanti," imbuhnya.

Dari total penyaluran kredit khusus program BFI Srikandi ini, katanya, sebanyak 70% dimanfaatkan untuk kegiatan produktif atau usaha mikro kecil menengah (UMKM) misalnya untuk berdagang, dan 30% merupakan kredit konsumtif.

"Konsumtif ini yang dimaksud adalah kredit sepeda motor, tapi walaupun masuk kategori konsumtif, tapi sepeda motor itu bisa saja digunakan untuk kegiatan produktif seperti untuk bekerja," katanya.

Adapun kegiatan Pekan Raya Srikandi September ini mengambil tema "Tumbuh dan Lestari Bersama BFI" dengan kegiatan lomba mewarnai yang diikuti oleh 300 anak TK.

Setiap pendaftaran peserta mewarnai itu, BFI menggunakan proses pendaftaran dengan wajib memberikan 3 botol plastik bekas 1,5 liter atau 5 botol kapasitas 700 ml untuk diberikan kepada Bank Sampah.

Cara ini dilakukan sebagai upaya partisipasi BFI dalam program peduli lingkungan. Setiap peserta juga mendapatkan bibit tanaman untuk ditanam di rumahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bfi finance

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup