Pakuwon Kembangkan Foodjunction Tahap III di Surabaya Barat

Pakuwon Group akan mengembangkan lagi Foodjunction Tahap Ketiga sekaligus landed house klaster baru Brisbane Cluster di kawasan kota mandiri Grand Pakuwon di Benowo Surabaya Barat.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  17:37 WIB
Pakuwon Kembangkan Foodjunction Tahap III di Surabaya Barat
Direktur Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi (tengah) bersama jajaran direksi Pakuwon Group saat konferensi pers Grand Pakuwon New Road Celebration, Kamis (29/8/2019) - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA - Pakuwon Group akan mengembangkan lagi Foodjunction Tahap Ketiga sekaligus landed house klaster baru Brisbane Cluster di kawasan kota mandiri Grand Pakuwon di Benowo Surabaya Barat.

Direktur Marketing Pakuwon, Sutandi Purnomosidi mengatakan Foodjunction ini sudah menjadi icon dan salah satu destinasi wisata kuliner dan wahana bermain bagi keluarga.

Rencananya, pengembangan tahap ketiga ini bakal dilengkapi dengan cinema bioskop dan tenant-tenant kuliner baru untuk mengakomodir kebutuhan gaya hidup masyarakat.

"Pengembangan Foodjunction akan selesai akhir tahun ini, sejalan dengan rampungnya pengerjaan box culvert di Tandes oleh Pemkot Surabaya sehingga jalan utama menjadi lebar dan mempermudah akses menuju Grand Pakuwon," jelasnya saat konferensi pers Grand Pakuwon New Road Celebration, Kamis (29/8/2019).

Adapun Grand Pakuwon yang berdiri di atas lahan seluas 400 ha memang dirancang dengan konsep one stop living city yakni semua kebutuhan tersedia dalam satu kawasan. Rencananya, akan ada superblok seluas 39 ha, sekolah nasional plus seperti SGS, Gloria, dan Sampoerna School System.

Sutandi menambahkan, di semester II ini perseroan juga optimitis meluncurkan landed house mewah Brisbane Cluster sebanyak 100 unit yang ditawarkan dengan harga yang ditawarkan mulai Rp2,7 miliar - Rp7 miliar. 

"Klaster ini akan dilengkapi banyak fasilitas seperti club house, swimming pool, thematic children play ground, multifunction room, sunset deck, gym, multi sport center," imbuhnya.

Sutandi mengakui kondisi pasar properti di semester I cukup berat, tetapi kinerja perseroan tetap tumbuh. Penjualan semester I dikontribusi oleh proyek high rise sebesar 75% dan landed house 15%. 

"Semester II ini kami tetap optimistis properti tetap tumbuh lebih baik, dan memang saat ini adalah peluang investasi bagi investor ataulun end user karena ada momentum suku bunga turun, dan banyak kemudahan dari perbankan," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surabaya, pakuwon group

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top