Kadin Jatim Tawarkan Investasi & Perdagangan dengan Rusia

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menawarkan kerja sama investasi dan perdagangan dengan Moskwa guna meningkatkan neraca perdagangan dengan Rusia yang masih defisit hingga saat ini.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 09 Agustus 2019  |  16:19 WIB
Kadin Jatim Tawarkan Investasi & Perdagangan dengan Rusia
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) bersama Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) Hadi Santoso - Bisnis/Wahyu Darmawan

Bisnis.com, SURABAYA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menawarkan kerja sama investasi dan perdagangan dengan Moskwa guna meningkatkan neraca perdagangan dengan Rusia yang masih defisit hingga saat ini.

Tim Ahli Kadin Jatim, Jamhadi, mengatakan Kadin telah mengikuti kegiatan forum bisnis di Moskwa beberapa waktu lalu sekaligus mendapatkan kesempatan untuk memaparkan peluang investasi dan perdagangan di Jatim.

“Ada 200 pengusaha dari kelompok menengah atas yang datang ke forum bisnis itu. Setelah Jatim memaparkan potensi-potensi bisnis, mereka berminat untuk menjalin hubungan bisnis dengan Jatim,” ujarnya pada Jumat (9/8/2019).

Dia mengemukakan Jatim menawarkan tiga peluang bisnis yakni bidang perdagangan, bidang pariwisata, dan investasi berbagai bidang. Khusus untuk investasi, Jatim dengan yakin memiliki infrastruktur yang memadai termasuk tingkat produktivitas sumber daya manusianya.

“Sekarang indeks pembangunan manusia (IPM) Jatim sudah mulai pemerataan, yang artinya kulitas SDM nya sudah bagus, termasuk tingkat upah pekerja yang kompetitif sehingga mendukung produktivitas bisnis dan 24 juta angkatan kerja siap memberi dukungan,” jelasnya.

Jamhadi menambahkan Jatim juga menawarkan proyek lain kepada Rusia seperti pengembangan Suramadu sisi utara untuk menjadi kawasan industri halal dan syariah sejalan dengan keinginan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

“Sedangkan Suramadu sisi selatan untuk industri komersial sehingga pengembangan Madura bisa saling melengkapi,” tuturnya.

Adapun sejumlah bidang yang berpotensi di Surabaya dan Jatim di antaranya seperti pengembangan industri kimia dan farmasi, makanan dan minuman, karet dan plastik, kertas dan percetakan, mekanik, kendaraan dan spare part, mesin dan elektrik, serta infrastruktur pendukung pariwisata.

Peluang bisnis tersebut bisa mendatangkan investasi hingga US$2,7 juta untuk shipping industry, bisnis pelabuhan halal dan syariah US$18 juta, pengembangan wisata Situbondo US$30 juta, pembangunan fasilitas Gunung Bromo US$20,4 juta, industri besi baja US$210 juta, flyover Singosari US$14 juta, jalan tol Probolinggo – Banyuwangi US$2,1 miliar, dan geothermal US$110 juta.

Berdasarkan data BPKM, total realisasi investasi di Jatim pada kuartal I/2019 mencapai Rp12,71 triliun. Sebanyak Rp2,63 triliun berasal dari 875 proyek yang kebanyakan bergerak di industri makanan dan minuman, kimia dan farmasi, karet dan plastik serta elektrik.

Rp9,95 triliun berasal dari 1.223 proyek yang banyak bergerak di sektor usaha konstruksi, perdagangan dan jasa, serta properti dan kawasan industri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jatim

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top