Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Waralaba Nasional Didorong Masuk Pasar Internasional

Kondisi bisnis waralaba di Indonesia saat ini masih stagnan terutama waralaba lokal. Sebaliknya waralaba asing yang masuk ke Indonesia semakin menjamur.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 02 Agustus 2019  |  16:33 WIB
Ketua Emeritus Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar saat memamerkan buku karyanya Bunga Rampai Franchise dalam National Road Show Info Franchise and Business Concept Expo 2019 di Surabaya, Jumat (2/8/2019). - Bisnis/Peni Widarti
Ketua Emeritus Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar saat memamerkan buku karyanya Bunga Rampai Franchise dalam National Road Show Info Franchise and Business Concept Expo 2019 di Surabaya, Jumat (2/8/2019). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA — Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) mendorong agar pemerintah daerah ikut berperan meningkatkan usaha waralaba lokal agar berkembang di pasar internasional melalui berbagai pelatihan dan pendampingan.

Ketua Emeritus Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar mengatakan kondisi bisnis waralaba di Indonesia saat ini masih stagnan terutama waralaba lokal. Sebaliknya waralaba asing yang masuk ke Indonesia semakin menjamur.

"Franchise asal Indonesia yang keluar negeri tidak banyak, baru 15 merek saja, itu pun hanya di negara-negara terdekat seperti Malaysia dan Singapura. Padahal kalau kami inginnya minimal 300 merek bisa ekspansi keluar negeri," katanya di sela-sela ajang National Road Show Info Franchise and Business Concept Expo 2019 di Surabaya, Jumat (2/8/2019).

Anang memaparkan jumlah waralaba asing di Indonesia saat ini sudah mencapai 480 - 500 merek dengan rerata pertumbuhan 5% per tahun.

Sementara waralaba lokal saat ini hanya 120 merek. Sementara waralaba Business Opportunity (BO) tercatat ada 2.200 merek dengan tren pertumbuhan 8% - 10% per tahun, tetapi masih sangat banyak usaha ini yang rontok akibat mental yang belum siap.

"Dari 120 waralaba dalam negeri, yang mendominasi adalah kuliner sekitar 50%, lalu sisanya waralaba bidang lain seperti jasa kurir, celaning service, dan budi daya bibit bunga," jelasnya.

Dia mengatakan kendala perkembangan usaha waralaba di Indonesia saat ini adalah mental pengusahanya dan kerap cepat merasa puas hanya berkembang di dalam negeri.

Anang menambahkan, banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk masuk ke pasar luar negeri, apalagi Indonesia memiliki kuliner khas daerah yang beragam. Selain itu, waralaba lain yang bisa dorong untuk pasar luar yakni budi daya ikan kerapu, ikan patin, sarang burung walet.

"Itu bisa diwaralabakan. Nah saya ini miris sekali kenapa roti bakar luar negeri bisa masuk sini padahal di Indonesia banyak penjual roti yang tidak kalah enak," imbuhnya.

Dalam pembukaan National Road Show Info Franchise and Business Concept Expo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta agar para UMKM tidak mudah patah semangat dan terus berusaha belajar.

"Saya yakin tidak ada yang tidak bisa, kita harus buka wawasan dan terus belajar. Waralaba lokal juga harus menyesuaikan selera di negara luar supaya bisa diterima pasar di sana," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

waralaba franchise
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top