Festival Topeng Internasional Berlangsung di Ponorogo Sabtu, 27 Juli

Tujuh negara yang memamerkan topeng dalam festival itu antara lain Rusia, Slovakia, Uzbekistan, Korea Selatan, Timor Leste, Ekuador, dan Meksiko.
Abdul Jalil
Abdul Jalil - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  13:31 WIB
Festival Topeng Internasional Berlangsung di Ponorogo Sabtu, 27 Juli
Penari Sanggar Purwa Kencana Cirebon menampilkan Tari Topeng pada acara Solo International Mask Festival 2019 di Balaikota, Solo, Jawa Tengah, Jumat (5/7/2019). Pertunjukan yang berlangsung 5-6 Juli tersebut sebagai upaya melestarikan kesenian tradisional Tari Topeng. - Antara/Mohammad Ayudha

Bisnis.com, PONOROGO – Pemerintah Kabupaten Ponorogo menggelar kegiatan bertajuk Ponorogo International Mask and Folklore Festival (PimfoFest) atau Festival Topeng dan Folklore 2019. Akan ada puluhan topeng unik dan khas dari tujuh negara yang unjuk gigi dalam festival tersebut.

Tujuh negara yang memamerkan topeng dalam festival itu antara lain Rusia, Slovakia, Uzbekistan, Korea Selatan, Timor Leste, Ekuador, dan Meksiko. Selain itu, ada juga delegasi budaya dari tujuh daerah di Indonesia. Termasuk topeng-topeng unik dari Ponorogo.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengatakan kegiatan skala internasional itu akan berlangsung mulai Sabtu-Selasa (27-30/7/2019). Kegiatan tersebut akan dimulai dengan parade budaya para peserta yang jumlahnya mencapai 150 orang.

"Saat ini persiapannya sudah hampai 90%. Panggung sudah siap. Kedatangan para peserta juga sudah pasti. Penjemputan dan berbagai izin juga sudah ada," kata Ipong seusai rapat koordinasi persiapan festival topeng di Aula Bappeda, Rabu (24/7/2019).

Parade topeng yang dilaksanakan pada Sabtu (27/7/2019) sore, para peserta akan berjalan dengan kostum unik dari masing-masing negara. Diikuti para delegasi budaya dari beberapa daerah di Indonesia.

Ipong menyampaikan untuk rute parade tersebut mulai dari Jl. Gajah Mada ke barat menuju Paseban Alun-alun Ponorogo. Setelah upacara pembukaan, mereka tampil selama tiga menit untuk setiap peserta.

Lebih lanjut, Ipong berharap Ponorogo lebih dikenal masyarakat luas dan di luar negeri.  "Peserta luar negeri ini tentunya bisa menginformasikan saat pulang ke negara masing-masing. Ini juga untuk membangun pariwisata di Ponorogo. Agar Ponorogo lebih dikenal, setelah dikenal didatangi," kata Ipong yang dikutip JIBI dari siaran pers.

Menurut dia, pemilihan topeng sebagai tema festival karena reog Ponorogo termasuk dalam kategori topeng. Bahkan, reog disebut sebagai salah satu tari topeng terbesar di dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ponorogo, destinasi wisata

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup