Perkuat Bisnis Hotel & Udang, Mas Murni Genjot Pendapatan 10 Persen

PT Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI) memproyeksikan kinerja pendapatan tahun ini tumbuh setidaknya 10 persen.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 28 Juni 2019  |  20:54 WIB
Perkuat Bisnis Hotel & Udang, Mas Murni Genjot Pendapatan 10 Persen
Manajemen PT Mas Murni Indonesia Tbk. (dari kiri ke kanan) Direktur Peterjanto Suharjono, Executive Assistant Manager Garden Palacae Hotel Nazri Gallyot, Assitant Director of Sales Garden Palace Melanie Pattinama saat menggelar paparan publik di Surabaya, Jumat (28/6/2019). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA – PT Mas Murni Indonesia Tbk. (MAMI) memproyeksikan kinerja pendapatan tahun ini tumbuh setidaknya 10 persen sejalan dengan rencana penguatan berbagai bisnis mulai sektor hotel hingga sektor perikanan jenis udang.

Direktur MAMI Peterjanto Suharjono mengatakan tahun ini perseroan akan melanjutkan sejumlah proyek lama di antaranya seperti pembangunan gedung mixed use di kawasan Embong Malang Surabaya melalui PT Anugerah Mitra Lestari yang ditarget rampung pada 2024.

“Kami juga sedang mengembangkan lahan di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, seluas 19 ha yang akan dibangun menjadi kawasan wisata rekreasi dengan konsep glamping area dan outbond dengan proyeksi beroperasi pada 2020,” ujarnya saat paparan publik di Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (28/6/2019).

Dia melanjutkan melalui PT Indo Udang Mas Lestari, perseroan juga mengembangkan budidaya udang Vaname guna memenuhi permintaan pasar internasional maupun domestik. Pengembangan tambak udang sebanyak 12 petak ini berada di Paiton, Probolinggo, Jatim.

“Kalau melihat prospek bisnisnya, tahun ini peningkatan kinerja bakal disokong oleh usaha hotel sebesar 50 persen, jasa catering dan laundry juga akomodasi 30 persen, dan sisanya 20 persen dari tambak udang,” paparnya.

Adapun pada 2018, perseroan mencatatkan kinerja pendapatan mencapai Rp120,7 miliar, meningkat dibandingkan dengan capaian 2017 yang Rp112,6 miliar.

Selanjutnya, laba kotor dari Rp50,4 miliar menjadi Rp53 miliar pada 2018, dan kinerja laba bersih dari Rp21 miliar pada 2017 menurun menjadi Rp3,9 miliar pada tahun lalu.

Pendapatan tersebut banyak dikontribusi oleh perkantoran dan jasa lainnya sebesar Rp43,4 miliar, disusul penjualan makanan dan minuman Rp38,1 miliar, jasa sewa kamar hotel Rp25,4 miliar, dan lain-lain Rp13,7 miliar.

Peterjanto menambahkan perseroan juga hanya tidak banyak melakukan investasi atau hanya menyiapkan belanja modal Rp60 miliar untuk maintenance hotel Garden Palace. Selain itu, perseroan juga menerbitkan saham dengan Hak Memesan Terlebih Dahulu (HMETD) untuk mendapatkan dana Rp718 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hotel, perikanan, udang

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup