Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Nilai Kontrak bagi Kontraktor Kecil Meningkat

Dengan perubahan nilai paket lelang dan paket lelang yang seperti itu, maka juga membawa konsekuensi bagi kontraktor kualifikasi kecil dan menengah.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 14 Maret 2019  |  20:36 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bisnis.com, MALANG — Kontraktor daerah merespons positif kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terkait perubahan nilai paket lelang karena akan mendorong kontraktor lebih profesional dan berpeluang naik kelas.

Sekretaris Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Malang Yoga Adhinata mengatakan dengan berubahnya nilai lelang maksimum untuk kontraktor kualifikasi kecil dari Rp2,5 miliar menjadi sampai Rp10 miliar dan kontraktor menengah dari Rp50 miliar maka peluang kontraktor kecil dan menengah untuk naik kelas menjadi lebih tinggi.

“Sistem lelangnya juga relatif sederhana, lewat e-tender dengan sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) versi 4.3,” katanya di Malang, Kamis (14/3/2019).

Dengan sistem lelang seperti itu juga cukup adil karena sistem akan memenangkan penawaran dari kontraktor dengan nilai paling rendah.

Kontraktor besar hanya bisa mengikuti lelang untuk pekerjaaan konstruksi nilai di atas Rp100 miliar sehingga tidak akan mengintervensi pekerjaan yang sebenarnya menjadi wilayah kontraktor kecil dan menengah.

Dengan perubahan nilai paket lelang dan paket lelang yang seperti itu, kata dia, maka juga membawa konsekuensi bagi kontraktor kualifikasi kecil dan menengah. Intinya, mereka harus benar-benar kuat dari sisi permodalan karena harus menyetorkan 5% dari nilai SPK (Surat Perintah Kerja) proyek ke bank untuk memperoleh kredit.

Dari sisi pendanaan, kata Yoga, sudah sangat kondusif bagi kontraktor untuk dapat mengakses pembiayaan untuk pengerjaan konstruksi. Intinya, bank tidak akan menolak pengajuan kredit dari kontraktor asal pemberi SPK jelas dan kredibel serta mereka mampu menyediakan dana 5% dari nilai proyek.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kontraktor

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top