Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengusaha Pelayaran Sambut Penurunan Tarif Handling Transhipment Tanjung Perak

Kalangan pengusaha pelayaran dan logistik menyambut baik adanya penurunan tarif handling alih muat atau transhipment di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya guna meningkatkan volume peti kemas domestik.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 14 Januari 2019  |  20:29 WIB
Aktivitas bongkar muat di dermaga Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/10/2018). - ANTARA/Zabur Karuru
Aktivitas bongkar muat di dermaga Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/10/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, SURABAYA - Kalangan pengusaha pelayaran dan logistik menyambut baik adanya penurunan tarif handling alih muat atau transhipment di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya guna meningkatkan volume peti kemas domestik.

Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan selama ini biaya transhipment memiliki porsi sebesar maksimal 20% terhadap total biaya logistik.

"Dengan adanya penyesuaian tarif menjadi 65% dari tarif normal ini, diharapkan bisa menekan cost logistic kita sehingga memacu pertumbuhan volume peti kemas domestik hingga satu sampai dua kali lipat," katanya seusai acara Kerja Sama Pelindo III dengan Perusahaan Pelayaran, Senin (14/1/2019).

Dia mengatakan selama ini industri pelayaran maupun pelabuhan sering fokus pada kinerja direct call pelayaran petikemas internasional. Padahal, arus petikemas dalam negeri sangat potensial.

"Selama ini kita kurang fokus untuk domestik, sekarang kita perlu fokus terhadap blue print dalam negeri, yang diharapkan bisa meningkatkan daya saing dan logistic index performance Indonesia," imbuhnya.

Ketua Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Surabaya, Stenven Lesawengen menilai langkah penerapan tarif 65% transhipment peti kemas domestik antar terminal sebesar 65 persen itu sangat positif.

Hanya saja, bagi pengusaha pelayaran, penurunan tarif tersebut tidak terlalu signifikan terhadap biaya-biaya operasional yang harus dikeluarkan perusahaan.

"Karena biaya terbesar dalam operasional logistik yakni sewa gudang di area pelabuhan yang porsinya bisa mencapai 30%," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelayaran tanjung perak
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top