BP2D Kota Malang Kejar Pajak Daerah Rp501 Miliar Tahun Ini

BP2D Kota Malang mengejar target penerimaan pajak daerah sebesar Rp501 miliar tahun ini dengan strategi menata SDM lewat Tes Kompetensi Petugas Pajak Daerah.
Choirul Anam | 04 Januari 2019 17:27 WIB
Para petugas pajak daerah yang merupakan ASN BP2D saat mengerjakan tes kompetensi di Malang, Jumat (4/1/2019) - Istimewa

Bisnis.com, MALANG—Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang mengejar target penerimaan pajak daerah sebesar Rp501 miliar tahun ini dengan strategi menata SDM lewat Tes Kompetensi Petugas Pajak Daerah.

Kepala BP2D Kota Malang Ade Herawanto mengatakan penerimaan pajak daerah diharapkan terus meningkat hingga mencapai lebih dari Rp1 triliun pada  2023 mendatang.

“Untuk mencapai target yang sedemikian tinggi dan progresif, kami juga harus melakukan penataan personil. Kami petakan lagi profil petugas pajak daerah yang ada, “ katanya di sela-sela Tes Kompetensi Petugas Pajak Daerah di Malang, Jumat (4/1/2019).

Tes dilakukan di Gedung B Kantor Terpadu mulai pukul 09.00 WIB dengan diikuti seluruh ASN petugas pajak daerah yang totalnya berjumlah 82 orang, kecuali pejabat struktural.

“Peserta akan mengerjakan soal tes intelegensia dan tes psikologi dari tim penguji independen. Jadi hasilnya benar-benar objektif," sambung Kepala Bidang Penagihan dan Pemeriksaan BP2D Kota Malang, Dwi Cahyo T.Y.

Hasil dari tes kompetensi kali ini akan menjadi bahan evaluasi dan acuan BP2D dalam melakukan restrukturisasi internal.

"Muaranya memang mengarah sebagai bahan evaluasi untuk kemungkinan dilakukannya rotasi, mutasi maupun promosi jabatan. Selain itu, juga sebagai intervensi untuk peningkatan kompetensi petugas pajak daerah yangmana nanti terus dikembangkan melalui diklat-diklat lanjutan," kata Panitia Tes Kompetensi Petugas Pajak Daerah  Yusita Pusparini.

Peserta tes, Teguh Santosa  mengaku sudah terbiasa dengan metode ujian semacam ini. Namun menurutnya, hal itu justru semakin mengasah pengetahuan dan kompetensinya sebagai petugas pajak daerah.

Pendapat serupa dilontarkan Amalia Mahardani, Staf bagian Perencanaan Keuangan BP2D tersebut menilai tes kompetensi sebagai langkah yang tepat dilakukan untuk bisa mengetahui tingkat kompetensi seluruh pegawai sehingga nantinya bisa mengakomodasi tuntutan kebutuhan organisasi dalam merespon tantangan ke depan.

Sekrfetaris Daerah Kota Malang Wasto mengatakan tes itu penting karena SDM yang profesional diperlukan  agar penerimaan pajak daerah bisa optimal.

Wali Kota Malang Sutiaj meyakini  bahwa pilar penting kesuksesan organisasi, satu diantaranya ditentukan oleh kualitas SDM. 

Karena itulah, dia merespon positif program penataan SDM yang dilakukan BP2D.

Petugas yang memiliki etos kerja yang tinggi, memiliki dedikasi dan moral serta paham betul aspek perpajakan  penting dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kota malang, penerimaan pajak

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top