Hadapi Persaingan, Campina Siapkan Produk Baru Disney

PT Campina Ice Cream Industry Tbk tahun depan berencana meluncurkan sejumlah produk baru termasuk memperluas jaringan melalui e-commerce sebagai upaya bertahan di tengah gempuran para pemain baru.
Peni Widarti | 04 Desember 2018 17:02 WIB
Dari kiri ke kanan, Komisaris Independen Campina Vincent Makmur Widjaja, Direktur Independen dan Sekretaris Perusahaan Arif H. Rayadi, Direktur Adji Andjono Purwo, Presiden Direktur Samudera Prawirawidjaja, Direktur Umum Hendro Hadipranoto dan Direktur Produksi Hans Jensen saat Paparan Publik PT Campina Ice Cream Industry Tbk di Surabaya, Selasa (4/12 - 2018).

Bisnis.com, SURABAYA - PT Campina Ice Cream Industry Tbk tahun depan berencana meluncurkan sejumlah produk baru termasuk memperluas jaringan melalui e-commerce sebagai upaya bertahan di tengah gempuran para pemain baru.

Presiden Direktur Campina, Samudera Prawirawidjaja mengatakan meski persaingan pasar es krim tahun ini cukup berat, tapi perseroan yang baru 1 tahun ini melakukan IPO tetap optimistis bisa tumbuh 10% tahun depan.

"Walaupun banyak produk asing seperti dari China, tapi kami yakin produk-produk kami mengandalkan kualitas dan ingredient yang baik," katanya saat Paparan Publik, Selasa (4/12/2018).

Selain itu, katanya, Campina juga punya kerja sama dengan Walt Disney yang menjadi kekuatan perseroan untuk mengambil pasar. Kerja sama tersebut khususnya untuk membuat produk es krim yang menyasar segmen anak-anak.

"Disney ini yang menjadi kekuatan kita, karena Disney tidak sembarangan dalam menjalin kerja sama, mereka sangat menjaga nama baik bahkan akan melihat kandungan-kandungan dalam es krim kita," ujarnya.

Adapun tahun depan rencananya bakal meluncurkan sejumlah produk baru seperti es krim Frozen hasil kerja sama dengan Disney, varian baru Hula-Hula, es krim White Coffee, serta Ribbon yang menyasar segmen premium.

Samudera menambahkan, Campina juga sangat percaya diri masih bisa memperkuat pangsa pasar di Indonesia yang saat ini masih sekitar 20%. Menurutnya pasar es krim di Indonesia masih sangat besar mengingat tingkat konsumsi masyarakat masih sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lain.

Berdasarkan survei dari Eurimonitor pada 2017, konsumsi es krim di Indonesia hanya sekitar 158 juta liter/tahun atau 0,63 liter/kapita/tahun dengan jumlah populasi 250 juta jiwa.

Sedangkan di Singapura mencapai 5,36 liter/kapita/tahun, Malaysia 2,07 liter/kapita/tahun, Thailand 0,85 liter/kapita/tahun dan Filipina 0,68 liter/kapita/tahun.

"Dari tingkat konsumsi tersebut, jumlah pertumbuhan pasar es krim di Indonesia juga meningkat 51,9% dari 2013 sampai 2018. Pertumbuhan pasar ini ditandai dengan tumbunya kalangan anak muda yang biasa disebut bonus demografi, artinya pasar masih sangat luas," imbuhnya.

Direktur Independen dan Sekretaris Perusahaan Campina, Arif H. Rayadi mengungkapkan tahun ini menjadi tantangan tersendiri bagi kinerja perseroan setelah banyaknya para pemain baru serta adanya bencana di sejumlah daerah.

Pada 2018 ini, Campina mencatakan laba bersih setelah pajak sebesar Rp44,54 miliar atau meningkat 18,05% dari tahun lalu.

"Laba bersih ini bisa meningkat karena adanya penurunan beban keuangan, tetapi penjualan bersih kita mengalami penurunan 2,8% dari Rp737,39 miliar pada 2017 menjadi Rp717,08 miliar tahun ini," ujarnya.

Arif menambahkan belanja modal tahun ini juga turun 6,6% dibandingkan 2017, dari Rp50,25 miliar menjadi Rp46,93 miliar. Belanja modal terbesar digunakan untuk membeli freezer, mesin, peralatan dan kendaraan operasional.

Direktur Campina, Adji Andjono Purwo menambahkan tahun depan Campina juga melakukan penguatan distribusi dengan merombak para distributor di dearah-daerah dan akan intens masuk pasar online melalui kerja sama dengan e-commerce agar tidak ketinggalan pasar.

"Jaringan distribusi milik kita sendiri ada 30 yang tersebar di Pulau Jawa, sedangkan 30 lainnya di luar Jawa merupakan kemitraan," imbuhnya.

Tag : es krim, CAmpina
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top