2019, PDAM Kabupaten Malang Targetkan Tekan Kebocoran Air Jadi 20%

PDAM Kabupaten Malang, Jawa Timur, menargetkan dapat menekan kebocoran air menjadi menjadi 20% pada tahun depan lewat perbanikan jaringan dan  efisiensi produksi air minum.
Choirul Anam | 02 Desember 2018 01:24 WIB
Ilustrasi instalasi PDAM - Dok. Kementerian PUPR

Bisnis.com, MALANG PDAM Kabupaten Malang, Jawa Timur, menargetkan dapat menekan kebocoran air menjadi menjadi 20% pada tahun depan lewat perbanikan jaringan dan  efisiensi produksi air minum.

Direktur Utama PDAM Kabupaten Malang Syamsul Hadi mengatakan tahun ini kebocoran air ditargetkan dapat ditekan menjadi 22% dari tingkat kebocoran pada 2017 yang mencapai 23,7%.

“Saya optimistis realisasi kebocoran air sampai akhir 2018 bisa ditekan menjadi 20,3%,” ujarnya di Malang, Sabtu (1/12/2018).

Direktur Teknik PDAM Kab. Malang Suroto menambahkan optimistis dapat menekan kebocoran air menjadi 20,3% dengan perbaikan jaringan dan penggantian meter air.

Semua unit jaringan PDAM Kab. Malang yang sebanyak 26 unit, diperbaiki jaringan pipanya. Pengerjaan perbaikan jaringan itu relatif lebih mudah karena perusahaan daerah tersebut telah mengggunakan Geographic Information System (GIS).

Dengan menggunakan GIS, kebocoran di pipa jaringan segera dapat terdeteksi dan segera dapat diperbaiki.

Yang perlu dilakukan untuk menekan angka kebocoran air, penggantian meter air. Dengan rusaknya meter air, maka petugas tidak bisa membaca penggunaan air di pelanggan karena tidak terbaca.

Oleh karena itulah, tahun ini telah diganti 3.000 unit meter air. Untuk mengecek kerusakan  meter air, PDAM Kab. Malang menggunakan mobile meter reading. “Jadi, dari meter air di 120.000 satuan sambungan rumah, ternyata hanya 3.000 unit yang perlu diganti,” ucapnya.

Yang juga dilakukan, perbaikan District Meter Area (DMA). Di Kab. Malang, ada enam DMA.

Upaya menurunkan kebocoran air di 2018, kata dia, menelan dana Rp2 miliar sehingga sangat efisien dibandingkan air yang bisa diselamatkan.

Dengan keberhasilan menurunkan kebocoran air menjadi 20,3% di tahun ini, kata dia, maka upaya menurunkan kebocoran air menjadi 20% di 2019 menjadi lebih mudah.

Yang dilakukan, kata Suroto, tetap yakni memperbaiki jaringan pipa di 26 unit jaringan. PDAM Kab. Malang tinggal menyisir kebocoran air pada 26 unit jaringan yang belum terdeteksi di unit-unit tersebut.

Yang juga perlu dilakukan, kata dia, upaya pemanfaatan produksi air secara efisien. Intinya, produksi air PDAM idealnya harus terjual.

Hal itu terjadi karena kebocoran air juga bisa disebabkan karena air yang diproduksi tidak terjual atau kebocoran air karena sebab non-teknis. Dari kebocoran air sebanyak 23,7% pada 2017, 3% diantaranya disumbang kebocoran air karena faktor nonteknis.

Produksi air PDAM Kab. Malang sampai saat ini, mencapai 1.708 liter/detik atau setara dengan 4,248 juta m³/bulan.

Syamsul menegaskan upaya mengejar kebocoran air menjadi 20% itu sesuai dengan tingkat toleransi yang ditetapkan pemerintah. Dengan kebocoran air di angka tersebut, maka masih dinilai dalam batas wajar.

Tag : pdam
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top