Nyekar Agung PSHT Ditiadakan karena Tahun Politik

Kegiatan Nyekar Akbar yang setiap tahun digelar para pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kota Madiun tahun 2018 ini dipastikan tidak digelar.
Abdul Jalil | 31 Agustus 2018 17:16 WIB

Bisnis.com, MADIUN – Kegiatan Nyekar Akbar yang setiap tahun digelar para pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kota Madiun tahun 2018 ini dipastikan tidak digelar.

Kegiatan yang biasanya menyedot ribuan pesilat dari berbagai daerah itu ditiadakan karena tahun ini merupakan tahun politik.

Ketua PSHT Pusat, Murjoko, mengatakan pihaknya telah mengirim surat ke pengurus PSHT di cabang-cabang bahwa kegiatan Nyekar Akbar di Madiun ditiadakan. Meski demikian anggota PSHT diperbolehkan untuk mendatangi makam pendiri SH di Kota Madiun.

Dengan catatan pesilat yang datang tidak boleh berbondong-bondong dengan jumlah besar. Menurut dia, kegiatan nyekar di makam sesepuh SH tidak harus dilakukan setiap tanggal 1 Sura atau malam 1 Sura.

"Untuk cabang PSHT di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah kami kumpulkan. Supaya menggelar kegiatan Suronan di tempat masinh-masing," jelas dia seusai Rapat Persiapan Suronan PSHT, Jumat (31/8/2018).

Wakil Wali Kota Madiun, Armaya, mengatakan sudah ada kesepakatan antara Pengurus PSHT, Pemkot Madiun, kepolisian, dan TNI bahwa Nyekar Agung tahun ini ditiadakan. Alasan utama kegiatan Nyekar Agung ditiadakan karena tahun ini merupakan tahun politik.

"Kami harapkan tidak ada mobilisasi massa dalam acara itu. Di daerah menggelar kegiatan di daerah masing-masing," ujar dia.

Kapolres Madiun Kota, AKBP Nasrun Pasaribu, menambahkan kepolisian tetap akan menyiagakan personel di tempat kegiatan. Meskipun kegiatan Nyekar Akbar tidak diadakan.

"PSHT tidak menggelar. Untuk PSH Winongo akan diupayakan untuk tidak menggelar kegiatan Suran Agung," jelas dia.

Sumber : JIBI/Solopos

Tag : madiun, Pencak Silat
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top