Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pria Mengaku Wartawan Ditahan Polsek Wungu Madiun

Seorang pria yang mengaku sebagai wartawan ditangkap aparat Polsek Wungu karena diduga melakukan pemerasan terhadap salah satu guru di Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.
Abdul Jalil
Abdul Jalil - Bisnis.com 29 Agustus 2018  |  13:24 WIB
Ilustrasi. - youtube
Ilustrasi. - youtube

Bisnis.com, MADIUN – Seorang pria yang mengaku sebagai wartawan ditangkap aparat Polsek Wungu karena diduga melakukan pemerasan terhadap salah satu guru di Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Oknum wartawan bernama Suhartono, warga Lumajang, Jawa Timur itu ditangkap dan ditahan di Mapolsek Wungu, Selasa (28/8/2018).

Pantauan JIBI di Mapolsek Wungu, Selasa malam (28/8/2018), ada dua orang yang mengaku sebagai rekan kerja Suhartono mendatangi Mapolsek Wungu. Mereka meminta polisi untuk melepaskan Suhartono dari tahanan. Adu mulut pun tidak dapat dihindarkan antara polisi dengan dua orang itu.

Pria yang mengaku sebagai wartawan Metro Jatim itu pun mengancam akan melaporkan Kapolsek Wungu ke Propam Polres Madiun kalau rekannya itu tidak segera dibebaskan. Namun, pihak kepolisian enggan membebaskan pria yang mengaku sebagai wartawan tersebut.

Kapolsek Wungu, AKP Nuryadi, mengatakan Suhartono sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemerasan. Suhartono ini ditangkap bermula dari laporan seorang guru SD di wilayah Wungu yang mengaku diperas oleh tersangka.

Guru tersebut didatangi Suhartono yang mengaku sebagai wartawan pada Senin (27/8/2018). Tersangka kemudian memeras korban dengan meminta sejumlah uang. Apabila tidak diberi, tersangka mengancam akan menulis masalah pribadi guru SD itu.

"Pria yang mengaku wartawan ini telah tertangkap tangan melakukan pemerasan terhadap salah satu guru SD," ujar dia kepada wartawan.

Nuryadi mengatakan penahanan pria yang mengaku wartawan ini sudah sesuai prosedur. Penyidik mengaku sudah mengantongi cukup bukti untuk menindak tersangka. Tersangka akan dikenai Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan.

"Kami meminta kepada seluruh pihak untuk mematuhi aturan hukum yang berlaku. Kalau tidak terima bisa menempuh jalur hukum," ujar dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemerasan

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top