Pekerja Migran Harus Didorong Manfaatkan KUR

Keberadaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinilai belum dimanfaatkan secara optimal oleh para pekerja migran. Padahal, skema pembiayaan murah ini bisa membantu kemandirian keluarga mereka selama ditinggal ke luar negeri.
Annisa Margrit | 06 April 2018 13:24 WIB
Pekerja migran Indonesia di Singapura saat menghadiri acara MoRe di Kedubes RI di Singapura, Minggu (11/3/2018). - Bisnis/Hendri TA

Bisnis.com, JAKARTA -- Keberadaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinilai belum dimanfaatkan secara optimal oleh para pekerja migran. Padahal, skema pembiayaan murah ini bisa membantu kemandirian keluarga mereka selama ditinggal ke luar negeri.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Imelda Freddy mengatakan KUR sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh para pekerja migran untuk membiayai keberangkatan mereka ke negara tujuan ataupun digunakan untuk membangun usaha sendiri.

Penggunaan KUR untuk membiayai keberangkatan ke negara tujuan dinilai dapat mengurangi ketergantungan para pekerja migran kepada perusahaan pelaksanan penempatan tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS). Di sisi lain, juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kemandirian keluarga serta menggerekkan perekonomian di tempat tinggalnya.

"Penggunaan KUR oleh pekerja migran masih minim. Hal ini dibuktikan oleh data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Jumlah KUR yang disalurkan untuk keperluan pekerja migran jauh lebih kecil dari KUR mikro dan KUR ritel," paparnya dalam pernyataan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (6/4/2018).

Untuk itu, Imelda menilai diperlukan sosialisasi mengenai KUR dan bagaimana cara mengaksesnya. Hal ini dapat dilakukan oleh aparat desa dalam bentuk program pembinaan yang terintegrasi dengan bank atau lembaga keuangan lainnya.

Sosialisasi literasi keuangan dan wirausaha secara umum juga diyakini diperlukan agar para pekerja migran bisa memanfaatkan remitansi yang dihasilkan dengan baik. Program sosialisasi harus dijalankan dengan rutin agar para pekerja migran paham bahwa mereka memiliki pilihan dalam menentukan rencana pembiayaan keberangkatan mereka.

"Dengan menggunakan KUR, para pekerja migran tidak akan bergantung pada PPTKIS, terutama PPTKIS yang suka membebankan pungutan di luar ketentuan. Proses menunggu keberangkatan adalah fase terberat yang harus dihadapi para pekerja migran dan pembebanan pungutan liar tentu akan memberatkan mereka," lanjutnya.

Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan pada 2017, realisasi penyaluran KUR untuk penempatan pekerja migran berjumlah Rp300 miliar, KUR mikro sebesar Rp65,2 triliun, dan KUR ritel senilai Rp31,2 triliun.

Tag : kur
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top