Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perumda Tirta Kanjuruhan Bangun Tiga Sistem Penyediaan Air Minum

Keberadaan SPAM tersebut penting karena memenuhi kebutuhan air bersih warga di dua kecamatan, yakni Sumbermanjing Weran dan Gedangan.
Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan Kab. Malang, Syamsul Hadi (kiri), di Malang, Jumat (17/6/2022)./Istimewa
Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan Kab. Malang, Syamsul Hadi (kiri), di Malang, Jumat (17/6/2022)./Istimewa

Bisnis.com, MALANG — Perumda Tirta Kanjuruhan Kab. Malang merencanakan membangun tiga sistem penyediaan air minum atau SPAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di Malang Selatan dan Malang Utara.

Dirut Perumda Kanjuruhan Kab. Malang, Syamsul Hadi, mengatakan dari tiga proyek SPAM tersebut, yang sedang dikerjakan SPAM Sumbermanjing Wetan. Pencapaiannya, pembangunan instalasi pengolah air dan satu tandon sudah selesai, sementara kebutuhan tandon mencapai enam unit.

“Kebutuhan dana pembangunan SPAM tersebut mencapai Rp126 miliar,” ujarnya di Malang, Jumat (17/6/2022).

Dana yang sudah siap, kata dia, mencapai Rp25 miliar, Rp20 miliar berupa penyertaan modal daerah. Sebanyak Rp101 miliar diharapkan berasal dari bantuan pemerintah pusat.

Menurut dia, keberadaan SPAM tersebut penting karena memenuhi kebutuhan air bersih warga di dua kecamatan, yakni Sumbermanjing Weran dan Gedangan. Warga di dua kecamatan tersebut kesulitan air bersih saat musim kemarau.

Warga calon pelanggan yang sudah mendaftar mencapai 1.500 satuan sambungan rumah (SR), sedangkan air yang dikelola sebanyak 150 liter/detik.

Adapun proyek yang direncanakan dibangun yakni pembangunan SPAM Sumber Jeruk Pagelaran dengan debit air yang dimanfaatkan sebanyak 250 liter/detik, sedangkan debit air sumber tersebut mencapai 600 liter/detik.

Air bersih dari SPAM tersebut, nantinya untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Kec. Bantur, Pagak, Donomulyo, dan Kalipare, yang juga termasuk daerah kering yang warganya kesulitan memperoleh air bersih saat kemarau.

Perumda Tirta Kanjuruhan, kata dia, sudah melakukan Survei Peminatan terhadap air bersih dari perusahaan tersebut. Hasilnya, 36.000 keluarga menyatakan siap menjadi pelanggan perusahaan daerah tersebut.

“Kami sudah melakukan DED. Kebutuhan dananya mencapai Rp157 miliar yang diharapkan diperoleh dari pemerintah pusat,” ucapnya. Menurut dia, sistem distribusi nantinya menggunakan sistem pompa.

Adapula proyek yang direncanakan dibangun, SPAM di Desa Taji, Kec. Jabung, dengan debit air sebanyak 200 liter/detik. Kapasitas sumber mencapai 1.000 liter/detik sehingga pengambilan air untuk Perumda Tirta Kanjuruhan tidak mengganggu keberlangsungan pasokan air untuk pertanian.

SPAM tersebut diperuntukkan memenuhi kebutuhan air bersih untuk wilayah Malang Utara, yakni Kec. Jabung, Pakis, dan Singosari yang pasokan air bersih kurang, apalagi kawasan tersebut merupakan kawasan berkembang dengan munculnya kompleks perumahan-perumahan baru.

SPAM di Kec. Jabung tersebut, menurut dia, membutuhkan investasi sekitar Rp150 miliar. Namun angka itu masih perkiraan awal karena untuk persisnya, harus menunggu hasil studi detailed engineered design (DED) selesai.

“Sumber pendanaannya masih dikaji, apakah dari pemerintah pusat, penyertaan modal daerah, ataukah investasi dari perusahaan sendiri atau gabungan,” ujarnya.

Dia berharap, tiga proyek SPAM tersebut dapat dikerjakan tahun ini, setidaknya tahun depan sehingga warga dapat terpenuhi kebutuhan air bersih dengan baik jika SPAM-nya telah beroperasi. (K24)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Choirul Anam
Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper