Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyakit Kuku dan Mulut Sapi Mojokerto, Begini Perkembangannya

Tercatat per 11 Mei 2022 sebanyak 30 ekor sapi sembuh total usai terjangkit PMK.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Mei 2022  |  10:41 WIB
Penyakit Kuku dan Mulut Sapi Mojokerto, Begini Perkembangannya
Sejumlah hewan ternak sapi di Kabupaten Mojokerto. - Pemkab Mojokerto.
Bagikan


Bisnis.com, MOJOKERTO - Jumlah hewan ternak sapi di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang sembuh dari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) meningkat, dari per 10 Mei 2022 tercatat tiga sapi yang sembuh, hari ini meningkat menjadi 30 ekor sapi sembuh.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah dalam keterangan tertulis, Rabu (11/5/2022), mengatakan Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berupaya menangani wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyasar hewan ternak sapi beberapa pekan terakhir.

"Tercatat per 11 Mei 2022 sebanyak 30 ekor sapi sembuh total usai terjangkit PMK, dari sebelumnya hanya tiga ekor," ucapnya.

Ia merinci sebanyak 30 ekor sapi tersebut berasal dari Kecamatan Dawarblandong dua ekor, Pacet 13 ekor, Mojoanyar tiga ekor, dan Dlanggu 12 ekor.

"Hari ini 30 ekor, sementara sebelumnya ada 3 ekor, masing-masing dari Kecamatan Jetis satu ekor dan dari Mojoanyar dua. Jadi per hari ini, total sembuh 33 ekor," tuturnya.

Nurul menjelaskan per 11 Mei, jumlah total kasus PMK ada 864 ekor, kemudian sapi yang mati 12 ekor, dijual satu ekor dan dipotong paksa ada 5 ekor.

"Tim paramedis Disperta Kabupaten Mojokerto terus berupaya menangani sapi-sapi yang terjangkit PMK. Tim kami setiap harinya sudah menyebar untuk melakukan pengobatan ke kandang-kandang sapi warga," ujarnya.

Wabah PMK yang menyasar hewan ternak di Kabupaten Mojokerto teridentifikasi sejak 3 Mei 2022 lalu. Meskipun penyebaran PMK tersebut masih bertambah, namun jumlah hewan yang sembuh dari PMK pun turut merangkak naik.

Ia mengatakan tim Disperta Kabupaten Mojokerto telah dioptimalkan untuk melakukan penanganan terhadap PMK yang melanda wilayah setempat.

"Setiap hari tim kami (Disperta) sudah kami optimalkan, melakukan penanganan langsung ke hewan ternak yang terjangkit PMK, surveilans juga kita lakukan. Selain itu juga ada tim yang melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait PMK ini," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sapi peternakan jatim pmk

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top