Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kuartal I/2021, SIG Catatkan Laba Rp450,36 Miliar, Begini Penjelasan Direksi

Perseroan menjalankan inisiatif efisiensi, seperti menjaga konsumsi bahan bakar, energi, bahan baku, serta meningkatkan penggunaan bahan daur ulang dan limbah dari industri lain.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 04 Mei 2021  |  16:41 WIB
Pekerja sedang melakukan bongkar muat semen di Packing Plant SIG, Gresik. Dok.SIG
Pekerja sedang melakukan bongkar muat semen di Packing Plant SIG, Gresik. Dok.SIG

Bisnis.com, SURABAYA — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) pada kuartal I/2021 berhasil mencatatkan kinerja laba sebesar Rp450,36 miliar atau tumbuh 0,87 persen dibandingkan realisasi tahun lalu.

Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso mengatakan secara total pendapatan perseroan pada kuartal I tahun ini memang mengalami penurunan 5,87 persen, tetapi untuk kinerja laba mengalami kenaikan 0,87 persen.

“Penurunan pendapatan ini disebabkan oleh penurunan volume penjualan domestik terutama penjualan semen curah. Realisasi anggaran infrastruktur pemerintah pada kuartal I/2021 juga belum berdampak pada permintaan semen curah,” jelasnya, Selasa (4/5/2021).

Adapun pada kuartal I/2021, SIG mencatatkan kinerja pendapatan mencapai Rp8,08 triliun atau turun 5,78 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp8,58 triliun. Sedangkan beban pokok pendapatan Rp5,77 triliun atau turun 1,80 persen dibandingkan tahun lalu Rp5,88 triliun.

Sementara kinerja laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp450,36 miliar naik 0,87 persen dibandingkan 2020 sebesar Rp446,46 miliar. 

Hendi menambahkan, meskipun volume penjualan domestik lebih rendah, perseroan mampu meningkatkan penjualan regional sebesar 58,1 persen menjadi 2,37 juta ton pada kuartal I/2021.

Peningkatan volume penjualan regional ini, lanjutnya, menghasilkan peningkatan total volume penjualan sebesar 2,1 persen (Yoy).

“Peningkatan penjualan regional merupakan upaya perseroan untuk memastikan utilisasi fasilitas produksi tetap terjaga serta memperkuat posisi SIG sebagai industri bahan bangunan terbesar di Asia Tenggara,” imbuhnya.

Dia menambahkan, untuk menjaga kinerja terus membaik, perseroan secara konsisten terus menjalankan inisiatif efisiensi, seperti menjaga konsumsi bahan bakar, energi, bahan baku, serta meningkatkan penggunaan bahan daur ulang dan limbah dari industri lain.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen semen indonesia industri
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top