Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

1,2 Juta Ton Garam Belum Terserap, Petambak Jatim Minta Tunda Importasi

Kuota impor garam 2021 yang mencapai 3,07 juta ton itu sangat berlebihan dan bisa mengganggu produksi garam rakyat
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  15:08 WIB
Ketua HMPG Jatim M. Hasan. - Bisnis/Peni Widarti
Ketua HMPG Jatim M. Hasan. - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA - Himpunan Masyarakat Petambak Garam (HMPG) Jawa Timur meminta pemerintah menunda importasi garam yang mencapai 3,07 juta ton setidaknya sampai stok garam petambak rakyat sudah terserap dengan harga yang layak Rp1.000/kg.

Ketua HMPG Jatim, M. Hasan mengatakan saat ini stok garam nasional yang belum terserap pasar maupun industri jumlahnya mencapai 1,2 juta ton yang merupakan hasil produksi sejak 2019 - 2020. Dari jumlah itu, stok garam di Jatim mencapai 600.000 ton.

“Karena minim penyerapan, harga pun jadi anjlok. Untuk itu kami pemerintah sebelum melakukan impor garam 2021, harusnya pemerintah intervensi dulu penyerapan garam rakyat, harga layak, dan melakukan monitoring stok,” jelasnya dalam konferensi pers, Kamis (25/3/2021).

Menurutnya, kuota impor garam 2021 yang mencapai 3,07 juta ton itu sangat berlebihan dan bisa menganggu produksi garam rakyat. Jika stok garam nasional saat ini 1,2 juta ton, seharusnya hanya perlu impor sebanyak 2 juta ton.

“Dari tahun ke tahun, jumlah importasi garam kita terus meningkat. Ini kan mematahkan spirit petambak garam, dan upaya swasembada garam,” ujarnya.

Hasan mengungkapkan banyaknya garam rakyat yang tidak terserap, dan harga yang jatuh cukup rendah yakni Rp300 - Rp350/kg di tingkat petani mengakibatkan banyak lahan garam yang terbengkalai yakni sekitar 10 - 15 persen dari total luas lahan garam nasional 26.000 hektare, khusus di Jatim seluas 11.000 ha.

Adapun produksi garam nasional pada 2019 tercatat mencapai 2,9 juta ton dan di wilayah Jatim saja mencapai 1,1 juta ton. Pada 2020, produksi garam nasional turun akibat cuaca yakni mencapai 1,7 juta ton, dan khusus Jatim sebanyak 900.000 ton.

“Untuk tahun ini kalau cuaca baik tidak menutup kemungkinan produksinya akan naik menjadi 3 juta ton secara nasional, dan di Jatim proyeksinya sekitar 1,2 juta ton,” imbuh Hasan.

Petani garam rakyat berharap pemerintah serius dalam menganai tata niaga garam, salah satunya dengan usulan agar membuat one gate system distribusi yakni dengan menugaskan PT Garam sebagai buffering stock.

“PT Garam sebagai BUMN nantinya menjadi buffering stock, semacam Bulog yang melakukan penyerapan, pengawasan dan pendistribusian ke pasar, dengan harga yang diatur dengan HPP yang pernah kami usulkan Rp1.500/kg agar petani tidak rugi,” katanya.

Hasan juga memastikan petambak garam rakyat sudah berupaya meningkatkan mutu produksi dari tahun ke tahun agar dapat memenuhi standar kebutuhan garam industri. Saat ini setidaknya sudah 30 persen produksi garam rakyat sudah bisa memenuhi mutu industri.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jatim garam
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top