Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengungsi Akibat Banjir di Jombang Terus Bertambah

Pengungsi hingga Sabtu (6/2) pagi terdata sekitar 1.200 jiwa.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Februari 2021  |  13:05 WIB
Warga mengevakuasi sepeda motor saat banjir menggenangi Dusun Manisrenggo, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (5/2/2021). Banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Konto dan Gude tersebut mengakibatkan tujuh Dusun di empat Desa Kecamatan Bandar Kedungmulyo tergenang banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. - Antara/Syaiful Arif.
Warga mengevakuasi sepeda motor saat banjir menggenangi Dusun Manisrenggo, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (5/2/2021). Banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Konto dan Gude tersebut mengakibatkan tujuh Dusun di empat Desa Kecamatan Bandar Kedungmulyo tergenang banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. - Antara/Syaiful Arif.

Bisnis.com, JOMBANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengemukakan jumlah pengungsi di daerah itu terus bertambah akibat banjir yang semakin meluas karena tanggung jebol tersebut

"Saat ini ada lima desa yang terdampak banjir, yakni Desa Brangkal, Gondang Manis, Banjarsari, Pucangsimo, dan Bandar Kedungmulyo," kata Anggota Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang Pepi Stevy Maria di Jombang, Sabtu (6/2/2021).

Ia mengatakan saat ini warga yang mengungsi terus bertambah. Pengungsi hingga Sabtu (6/2) pagi terdata sekitar 1.200 jiwa.

Mereka tinggal di lokasi pengungsian yang telah disiapkan oleh Pemkab Jombang. Lokasi pengungsian utama ada di dua titik, yakni di Desa Brangkal dan Desa Gondang Manis, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang.

Namun, untuk lokasi dapur umum tetap di kantor Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Petugas serta relawan dapur umum menyediakan kebutuhan logistik, baik untuk kebutuhan makan maupun minum.

Stevy mengungkapkan ketinggian air saat ini masih cukup tinggi sekitar 20 cm, bahkan ada yang 3 meter, tergantung daerahnya.
"Rata-rata mulai 20 cm, tapi ada yang 3 meter. Itu memang posisi topografinya rendah," katanya.

Sebelumnya, Bupati Jombang Mundjidah Wahab memastikan kebutuhan untuk korban banjir di daerah itu tercukupi, sehingga warga yang mengungsi tidak perlu khawatir. Pemkab Jombang juga akan mengirimkan air bersih, mobil MCK dan kebutuhan lainnya.

Bupati juga langsung koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas terkait solusi tanggul jebol tersebut. Hal ini dilakukan karena sungai itu merupakan kewenangan dari BBWS. "Kami langsung berkoordinasi dengan BBWS Brantas, karena sungai ini kewenangan BBWS," ujar Bupati.

Banjir yang terjadi di Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang karena tanggul jebol. Panjang jebolnya juga beragam antara 4-5 meter. Akibat tanggul Sungai Afvour Besuk dan Afvour Brawijaya yang jebol tersebut, air sungai meluber memasuki areal persawahan dan pemukiman penduduk.

Hingga kini, tanggul belum dilakukan penutupan karena debit air yang masih tinggi. Terlebih lagi, jika di hulu terjadi hujan, debit air akan semakin tinggi, sehingga luapannya juga ikut tinggi.

Bupati Jombang Mundjidah Wahab memastikan kebutuhan untuk warga terdampak banjir di Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tercukupi sehingga warga yang mengungsi tidak perlu khawatir.

"Sudah disiapkan oleh dinas sosial sekitar 2.250 bungkus dan sehari dua kali. Pemkab juga akan mengirimkan air bersih, mobil MCK dan kebutuhan lainnya," kata Bupati saat meninjau dapur umum untuk korban banjir di Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, Jumat.

Pihaknya juga langsung koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas terkait dengan solusi tanggul jebol tersebut. Hal ini dilakukan karena sungai itu merupakan kewenangan dari BBWS.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir jatim

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top