Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemprov Jatim Kalkulasi Persiapan Belajar Tatap Muka Awal 2021

Gambaran awal 2021 akan dimulai maka sekarang harus siap semua, pastikan sekolah-sekolah dilakukan penyemprotan desinfektan dan kursi-kursinya ditata dengan posisi physical distancing.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 23 November 2020  |  14:58 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) dan Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi (kiri) seusai Peringatan Hari Guru PGRI di Islamic Center Surabaya, Senin (23/11/2020). - Bisnis/Peni Widarti
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) dan Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi (kiri) seusai Peringatan Hari Guru PGRI di Islamic Center Surabaya, Senin (23/11/2020). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah menghitung terus berbagai persiapan pelaksanaan pendidikan secara tatap muka yang rencananya akan mulai pada awal 2021.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan saat ini pihaknya melalui Dinas Pendidikan Jatim sedang melakukan berbagai persiapan dan koordinasi dengan sekolah-sekolah secara massif agar sekolah tatap muka bisa dilakukan dengan aman.

“Saat ini kita berharap persiapan untuk bisa melakukan proses belajar secara masif, dan gambaran awal 2021 akan dimulai maka sekarang harus siap semua, pastikan sekolah-sekolah dilakukan penyemprotan desinfektan dan kursi-kursinya ditata dengan posisi physical distancing,” jelasnya seusai Peringatan Hari Guru PGRI, Senin (23/11/2020).

Selain itu, katanya, sekolah-sekolah juga perlu melakukan akselerasi terhadap penataan sistem pendidikan tatap muka. Sebagai contoh, mengoptimalkan aula sekolah untuk dipakai ruang belajar sementara agar lebih luas dalam upaya menjaga jarak.

“Jadi yang biasanya dalam satu kelas ada 36 murid, ke depan harus di atur kembali dengan jarak yang aman antara satu siswa dengan siswa lain, dan jam belajar juga belum bisa sepenuhnya full, dengan format kantin yang belum buka, serta jam belajar tanpa istirahat, dan bawa makanan dari rumah,” jelasnya.

Khofifah menambahkan, sistem belajar Jatim nantinya harus dilakukan secara hybrid yakni sebagian murid melakukan belajar di kelas dan sebagian secara daring agar pemenuhan kurikulum belajar mengajar bisa dilakukan dengan komprehensif.

“Ini harus dihitung kembali sehingga punya persiapan matang,” imbuhnya.

Dia menambahkan Jatim juga akan menerapkan program Anjungan Belajar Mandiri (ABM) guna mendukung pembelajaran siswa yang berada di daerah pegunungan, pedalaman atau kepulauan yang selama ini sulit mendapatkan akses internet.

“Yang terdampak pandemi sangat signifikan ini Adalah proses pembelajaran kita, dan ada titik kepulauan, pedalaman, dan pegunungan yang sulit untuk dapat akses internet, maka ada ABM (Anjungan Belajar Mandiri) supaya masing-masing bisa mendapat akses internet dari proses pembelajaran yang harus dimaksimalkan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sekolah jatim
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top