Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Surabaya Pernah Zona Hitam, Risma: 200 Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 Belum Pernah Terisi

Risma menegaskan pihaknya memiliki fasilitas kesehatan yang cukup untuk penanggulangan virus corona penyebab Covid-19 di daerah tersebut.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  15:37 WIB
Kota Surabaya masuk zona hitam dalam peta sebaran kasus Covid-19 di Jawa Timur pada 2 Juni 2020. - Twitter @Jatim_Pemprov
Kota Surabaya masuk zona hitam dalam peta sebaran kasus Covid-19 di Jawa Timur pada 2 Juni 2020. - Twitter @Jatim_Pemprov

Bisnis.com, JAKARTA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau biasa disapa Risma mengatakan 200 tempat tidur milik Pemerintah Kota Surabaya belum pernah terisi sejak daerah itu ditandai hitam sebagai wilayah berisiko tinggi penyebaran Covid-19 pada awal Juni lalu.

“Pemkot telah menyediakan 200 tempat tidur yang disiapkan kalau terjadi sesuatu tetapi belum pernah terisi,” kata Risma saat memberi keterangan pers di Badan Nasional Penanggulganan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Selasa (23/6/2020).

Risma menegaskan pihaknya memiliki fasilitas kesehatan yang cukup terkait penanganan virus corona penyebab Covid-19 di daerah tersebut.

“Untuk rumah sakit lapangan memang kita siapkan untuk warga yang bukan Surabaya, karena warga Surabaya bisa kita biayai dengan APBD,” ujarnya.

Ihwal kapasitas rumah sakit lapangan, dia menuturkan, masih tersisa 5 tempat tidur untuk pasien perempuan dan 5 tempat tidur lainnya untuk pasien laki-laki.

“Kemarin malam kami cek, untuk perempuan sudah terisi 35 tempat tidur dan yang laki-laki sudah terisi 55,” kata dia.

Presiden Joko Widodo meminta pengendalian Covid-19 fokus pada tiga provinsi, yakni Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. Menurut Presiden Jokowi wilayah tersebut memiliki angka penyebaran yang masih tinggi.

“Saya ingin kita konsentrasi, Gugus Tugas maupun Kementerian, TNI dan Polri, utamanya, konsentrasi di tiga provinsi yang angka penyebarannya masih tinggi yaitu di Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan. Tolong ini jadi perhatian khusus sehingga angka penyebaran bisa kita tekan lebih turun lagi,” kata Presiden saat membuka rapat rapat terbatas percepatan penanganan pandemi Covid-19, Kamis (5/6/2020).

Sebelumnya, Presiden juga telah meminta hal yang sama pada rapat terbatas 27 Mei 2020. Dia mencatat kasus Covid-19 meningkat signifikan di Jawa Timur dan beberapa provinsi di luar Jawa.

Sementara itu, kasus Covid-19 di Jawa Timur pada Senin (22/6/2020), 9.840 orang, PDP 9.401 orang, dan ODP 27.449 orang. Persentase pasien positif yang sembuh 29,62 persen, dirawat 60,26 persen, dan meninggal 7,56 persen.

Kasus Covid-19 terbanyak di Surabaya 4.711 orang, 1.631 orang sembuh, dan 359 orang meninggal. Kemudian, di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 1.220 orang, 196 orang sembuh, dan 97 orang meninggal.

Adapun di Kabupaten Gresik jumlah kasus Covid-19 483 orang, 72 orang sembuh, dan 49 orang meninggal. Selanjutnya, Kabupaten Pasuruan dengan 279 kasus Covid-19, sebanyak 58 orang sembuh, dan 23 orang meninggal.

Di bawah Pasuruan ada Kabupaten Lamongan dengan 224 kasus positif Covid-19, pasiem sembuh 82 orang, dan 29 orang meninggal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top