Workshop HMC Bisa Tingkatkan Kinerja Ekspor Barata Indonesia

Workshop HMC tersebut dibangun untuk menyokong kebutuhan yang semakin meningkat seiring dengan perkembangan perusahaan.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 11 September 2019  |  19:26 WIB
Workshop HMC Bisa Tingkatkan Kinerja Ekspor Barata Indonesia
Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) dan Direktur Utama PT Barata Indonesia Oksarlidady Arifin (kiri) saat berjalan menuju lokasi peresmian workshop Heavy Machining Center (HMC) Barata di Gresik, Rabu (11/9/2019). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, GRESIK — PT Barata Indonesia telah meresmikan workshop Heavy Machining Center (HMC) yang akan meningkatkan kinerja ekspor perusahaan yang tahun ini ditarget tumbuh 100% dibandingkan 2018 yang hanya Rp280 miliar.

Direktur Utama Barata Indonesia Oksarlidady Arifin mengatakan workshop HMC tersebut dibangun untuk menyokong kebutuhan yang semakin meningkat seiring dengan perkembangan perusahaan.

"Workshop HMC akan difungsikan untuk peningkatan kapasitas produksi kami yang mencapai 20.000 ton/tahun, misalnya seperti peningkatan produksi balance of plant produk pembangkit listrik," katanya saat peresmian workshop HMC oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Rabu (11/9/2019).

Dia menjelaskan workshop HMC yang pembangunannya menggunakan Penyertaan Modal Negara (PMN) itu dilengkapi fasilitas mesin CNC bending untuk material baja dengan ketebalan 120 mm, yang nantinya diharapkan bisa dimanfaatkan bersama dengan PT PAL Indonesia untuk fabrikasi kapal selam.

"Workshop HMC juga akan digunakan untuk area fabrikasi dan assembly produk-produk konstruksi bervolume tinggi, seperti pressure vessel, komponen energi terbarukan (Wind Power), bullet tank, komponen/body kapal selam, crane pelabuhan,dan lainnya," imbuhnya.

Dady, panggilan khas Dirut Barata ini menambahkan, perseroan juga memiliki lini produkai baru yakni roda kereta api yang bisa digarap di workshop HMC secara bertahap mulai akhir tahun ini.

Adapun workshop HMC ini dibangun dengan menggandeng 3 BUMN di antaranya PT Boma Bisma Indra (BBI) sebagai kontraktor, PT Krakatau Steel Tbk sebagai pemasok baja serta PT Len Industri untuk mengerjakan PLTS rooftop kapasitas 500 kWp.

Diketahui, pada 2016 PT Barata Indonesia menerima suntikan modal negara sebesar Rp500 miliar. Dana tersebut telah digunakan untuk pengembangan pabrik pengecoron (foundry) dari kapasitas 10.800 ton/tahun menjadi 21.000 ton/tahun pada 2021. Hingga kini kapasitaanya telah menjadi 15.000 ton/tahun.

Dana tersebut juga digunakan untuk pembangunan fasilitas permesinan atau HMC untuk mendukung machining produk-produk foundry termasuk di dalamnya pengembangan produk baru yakni roda kereta api.

Ketiga, juga untuk mengembangkan pabrik industri agro untuk meningkatkan kapasitas produksi dari 2.280 ton/tahun menjadi 4.080 ton/tahun. Saat ini kapasitas telah meningkat menjadi 3.000 ton/tahun.

Dalam peresmian workshop HMC itu, juga dilakukan penandatanganan kerja sama yang melibatkan sinergi 10 BUMN yaitu PT Pindad dan PT BBI untuk ekskavator dan traktor multiguna, PT KAI dan PT INKA untuk Roda Kereta Api, PT Krakatau Steel untuk penyediaan produk baja, PT LEN Industri untuk Solar Panel, PT INUKI untuk Industri Nuklir.

Sedangkan PT Dahana untuk Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Produk Energetic Material, PT BGR untuk logistik dan pengelolaan aset non produktif, PT Pesonna Indonesia Jaya (Subsidiaries PT Pegadaian) untuk pengelolaan aset non produktif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PT Barata Indonesia

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup