Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Protes Zonasi PPDB, 15 Kecamatan Di Surabaya Tidak Punya Sekolah Negeri

Sebagian warga Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya menilai infrastruktur pendidikan di Surabaya belum siap menerapkan sistem zonasi pendaftaran peserta didik baru (PPDB) lantaran tidak semua kecematan memiliki sekolah negeri.
Aksi demo warga Jatim yang menuntut penghapusan sistem zonasi pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di depan Grahadi Surabaya, Rabu (19/6/2019)./ Bisnis-Peni Widarti
Aksi demo warga Jatim yang menuntut penghapusan sistem zonasi pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di depan Grahadi Surabaya, Rabu (19/6/2019)./ Bisnis-Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA – Warga Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya menilai infrastruktur pendidikan di Surabaya belum siap menerapkan sistem zonasi pendaftaran peserta didik baru (PPDB) lantaran tidak semua kecematan memiliki sekolah negeri.

Retnowati, salah seorang warga Manyar, Kecamatan Mulyorejo menilai pemerintah tidak bisa menerapkan sistem sekolah seperti yang ada di luar negeri karena karakteristik orang Indonesia dan kondisi geografinya berbeda.

“Zonasi itu harus dihapus karena kita belum siap, kecuali di setiap kecamatan ada SMA Negeri dan SMP Negeri baru bisa dijalankan. Infrastruktur harus disediakan dulu, enggak bisa sistem luar negeri langsung diadopsi begitu saja,” katanya saat ditemui Bisnis dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (19/6/2019).

Dia mengatakan sistem zonasi tersebut tidak adil karena misalnya dalam satu zona terkumpul beberapa sekolah favorit yang selama ini menjadi incaran siswa dan orangtuanya, seperti di SMA kompleks yakni SMAN 5, SMAN 2, SMAN 1 dan SMAN 9 dalam satu kawasan atau kecamatan.

“Lalu bagaimana dengan kecamatan lain yang tidak da SMA negerinya sementara nilai anak-anak kami seharusnya bisa masuk negeri yang bagus. Pada akhirnya anak-anak ini enggak mau sekolah,” tegasnya.

Diketahui Kota Surabaya sendiri memiliki 31 kecamatan dengan 22 SMA Negeri. Di Kecamatan Genteng memiliki jumlah SMAN terbanyak yakni ada 6 (SMAN 1, SMAN 2, SMAN 5, SMAN 6, SMAN 7 dan SMAN 9).

Sedangkan Kecamatan Rungkut memiliki 2SMAN, yakni SMAN 14 dan SMAN 17. Sedakan 14 kecamatan lainnya masing-masing hanya memiliki satu SMAN, dan ada 15 kecamatan lainnya yang tidak memiliki SMAN.

Adapun 15 kecamatan yang tidak memiliki SMAN tersebut di antaranya Asemrowo, Bubutan, Dukuh Pakis, Gubeng, Gunung Anyar, Karangpilang, Krembangan, Mulyorejo, Pabean Cantikan, Pakal, Sambikerep, Simokerto, Sukomanunggal, Tegalsari dan Wonokromo.

 

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Peni Widarti
Editor : Rahayuningsih
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper