Cleo Tambah 5 Pabrik Baru Tahun Ini

Produsen air minum Cleo tahun ini menambah 5 pabrik baru yang tersebar di Indonesia
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 22 Mei 2019  |  21:17 WIB
Cleo Tambah 5 Pabrik Baru Tahun Ini
Dari kiri-kanan, Direktur Keuangan dan Corsec Lukas Setio Wongso, Direktur Penjualan dan Distribusi Toto Sucartono, Direktur Operasional Nio Eko Susilo, Wakil Direktur Melida Patricia, Direktur Utama Belinda Natalia, Komisaris Utama Hermanto Tanoko, Founder Sanderawati Joesoef, Komisaris Caroline Novilia, dan Komisaris Independent Ida Bagus Oka Nila saat menggelar Paparan Publik di Surabaya, Rabu (22/5/2019). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, SURABAYA – PT Sariguna Primatirta Tbk (Tanobel Food), produsen air minum Cleo tahun ini menambah 5 pabrik baru yang tersebar di Indonesia guna memperkuat pasar sekaligus mengantisipasi peningkatan kebutuhan air minum dalam kemasan (AMDK).

Direktur Operasional Nio Eko Susilo mengatakan penambahan pabrik tersebut sejalan dengan peningkatan kinerja penjualan yang tumbuh 35% pada 2018 dengan pertumbuhan laba 26%. Hingga kuartal I/2019 pun penjualan mampu tumbuh 37,49% dengan laba tumbuh 101% dibandingkan kuartal I/2018.

"Karena pertumbuhan kami luar biasa, dari sisi utilitas pabrik juga terpakai penuh jadi kami perlu siapkan kapasitas lebih besar agar jangan sampai tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar," katanya saat Paparan Publik, Rabu (22/5/2019).

Dia menjelaskan rencananya 5 pabrik baru tersebut dibangun di pabrik Prigen untuk produk S-tube, pabrik Sukabumi untuk minuman Super O2, pabrik Singosari Malang, pabrik Bali di Teuku Umar yang merupakan pabrik ketiga di Bali, dan pabrik Kediri.

"Pabrik Prigen itu masih tahap perizinan, Sukabumi sudah mulai operasional, kalau yang di Kediri bulan depan itu sudah mulai memasukkan mesin-mesin dan tahap registrasi produk," jelasnya.

Nio menambahkan, pembangunan 5 pabrik baru tahun ini akan menambah daftar jumlah pabrik yang saat ini berjumlah 22 pabrik beropersi.

Direktur Keuangan dan Corsec Lukas Setio Wongso menambahkan untuk mengembangkan 5 pabrik tersebut dibutuhkan investasi sebesar Rp300 miliar.

"Setiap tahum kami memang rutin merencanakan untuk membangun pabrik setidaknya bisa 4 -5 pabrik per tahun. Bahkan pada 2020 nanti kami juga sudah siapkan lahan untuk pengembangan pabrik Ngoro yang kedua," imbuhnya.

Dia berharap dengan peningkatan kapasitas pabrik setiap tahunnya, dapat menggenjot pertumbuhan kinerja perusahaan yang tahun ini ditarget bisa tumbuh 40% dibandingkan 2018.

Direktur Utama Sariguna Primatirta, Belinda Natalia, menambahkan meski perseroan punya pabrik yang memproduksi makanan atau snack kemasan, tetapi perseroan ke depan akan tetap fokus pada bisnis utama yakni produk minuman kemasan.

"Bahkan kita ke depan akan bisnis minuman air alkaline dan air oksigen," imbuhnya.

Adapun Cleo mencatatkan penjualan selama 2018 mencapai Rp831,1 miliar atau tumbuh 35% dibandingkan 2017.

Dari total penjualan tersebut sebesar 37,20% dikontribusi oleh air minum dalam kemasan botol, disusul kemasan galon 34,95% lalu kemasan cup 27,54%. Tahun ini diharapkan komposisi penjualan kategori kemasan bisa seimbang menjadi 32,98% untuk botol, 35,10% untuk galon dan 31% untuk kemasan cup.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
amdk

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup