BPF Malang Kejar Pertumbuhan 20% Transaksi & Nasabah

PT Bestprofit Malang Futures cabang Malang, perusahaan pialang perdagangan berjangka komoditas, mengejar pertumbuhan 20% baik transaksi maupun nasabah di tahun ini.
Choirul Anam | 12 Mei 2019 02:32 WIB
Pimpinan Cabang BPF Malang Andri di Malang, Sabtu (11/5/2019). - Bisnis/Choirul Anam

Bisnis.com, MALANG – PT Bestprofit Malang Futures cabang Malang, perusahaan pialang perdagangan berjangka komoditas, mengejar pertumbuhan 20% baik transaksi maupun nasabah di tahun ini.

Pimpinan Cabang BPF Malang Andri menegaskan pertumbuhan volume transaksi dari tahun ke tahun di kantor cabang tersebut meningkat.

Hingga akhir 2018, total volume transaksi untuk BPF Malang mencapai 53.507 lot atau meningkat 71,03% dari tahun sebelumnya. Sementara untuk jumlah nasabah baru mengalami pertumbuhan sebesar 28,18% menjadi 141 nasabah.

“Untuk 2019, BPF Malang optimistis akan meraih pertumbuhan sekitar 20% baik dari sisi total volume transaksi dan jumlah nasabah baru, dan sampai Maret 2019 pencapaiannya sudah on the track,” di sela-sela Media Training dan Pemberian Santunan kepada 31 anak yatim piatu Lembaga Kesejahteraan Sosial Darul Azhar, pada HUT ke-10 BPF di Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (11/5/2019).

Fokus target nasabah, dia menegaskan masih dari segmen kelas atas dan mahasiswa. Mahasiswa menjadi sasaran perseroan untuk edukasi sebagai generasi nasabah baru berikutnya dan regenerasi sumber daya manusia di industri perdagangan berjangka komoditas.

Andri mengungkapkan perdagangan berjangka semakin dilirik masyarakat karena mereka lebih mengenal industri perdagangan berjangka komoditas dan tertarik untuk berinvestasi produk derivatif, khususnya di BPF.

Mengenai kinerja nasional BPF pada kuartal I/2019, dia menjelaskan PT BPF mengalami pertumbuhan signifikan.Total nasabah baru BPF naik 10,19% menjadi 627 nasabah baru.

Sementara total volume transaksi sepanjang Januari hingga Maret 2019 sebanyak 269,880 lot atau meningkat 34,49% dari kuartal pertama 2018 sebesar 200,676 lot.

Kepala Divisi Pengembangan Produk PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Lukas Lauw menegaskan tahun ini BBJ akan mengeluarkan produk baru, yakni Syariah berbasis emas. Produk tersebut masih dalam proses perizinan.

Transaksi yang paling banyak didominasi emas,70%, sedangkan sisanya komoditas lainnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
komoditas, perdagangan berjangka

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup