Risma : Apa Untungnya Menyebarkan Hal-hal Negatif?

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak warga Kota Pahlawan, Jawa Timur tidak menggunakan media sosial untuk menyebarkan hal-hal negatif, kabar bohong atau hoaks kepada orang lain.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 April 2019  |  11:12 WIB
Risma : Apa Untungnya Menyebarkan Hal-hal Negatif?
Ilustrasi media sosial. - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak warga Kota Pahlawan, Jawa Timur tidak menggunakan media sosial untuk menyebarkan hal-hal negatif, kabar bohong atau hoaks kepada orang lain.

Tri Rismaharini, di Surabaya, Selasa (23/4/2019), menanyakan apa untungnya menyebarkan hal-hal negatif atau pun hoaks kepada orang lain. Ia memastikan bahwa setiap kebohongan itu tidak akan langgeng dan tidak akan bertahan lama.

"Coba kita lihat, renungkan, apakah diri kita kemudian menjadi besar karena orang lain jelek karena kata-kata kita? Oke, mungkin kita akan jadi besar, tapi pasti itu tidak akan langgeng karena kebohongan itu tidak akan bisa bertahan lama. Jadi, untuk apa kita menyakiti orang lain?" ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa tidak boleh merasa paling benar, karena kebenaran sejatinya hanya milik tuhan. Bahkan, ia memastikan bahwa setiap manusia itu dilahirkan dengan membawa kelebihan dan kekurangan.

"Jadi, dibalik kekurangan seseorang pasti terdapat kelebihan. Begitu pula dengan kita, pasti kita juga punya kekurangan, termasuk saya," ujarnya.

Selain itu, Wali Kota Risma juga menanyakan apakah tidak menyesal apabila waktu yang tersisa dalam hidup hanya digunakan untuk menyebarkan hal-hal negatif kepada orang lain. Sebab, pemberian tuhan yang tidak akan pernah terulang adalah waktu.

Risma pun mengamini bahwa waktu adalah uang, sehingga harus dipergunakan waktu itu sebaik mungkin. "Sayang kalau waktu kita hanya dibuat menyebarkan hal-hal negatif. Kalau saya, bangun tidur sudah bisa berpikir akan melakukan ini dan melakukan itu, setelah ini akan mengerjakan itu dan itu. Kalau saya tunda besok, belum tentu bisa seperti sekarang ini," kata dia.

Ia juga mengajak para pegiat media sosial itu untuk berpikir dan membayangkan apabila media sosialnya digunakan untuk menyebarkan hal-hal positif bagi orang lain. Ia juga mengaku memiliki media sosial yang hanya digunakan untuk memperlancar kinerja di pemerintahan.

"Coba bayangkan kalau kita memberikan hal-hal positif kepada orang lain. Hal sepele misalnya mengabarkan kalau ada kecelakaan, dan kita jajaran pemkot datang membantu menyelamatkan orang yang kecelakaan itu. Karena mungkin dia kepala keluarga, akhirnya dia bisa selamat dan bisa bekerja kembali demi keluarga. Jadi ayo mulai sekarang gunakan media sosial untuk hal-hal positif,” katanya.

Wali Kota Risma pun mengaku sedih melihat situasi saat ini yang mana isu-isu negatif atau hoaks terus bertebaran hingga menyebabkan perpecahan. Dulu saat para pahlawan berjuang sendiri-sendiri, tidak pernah menang melawan penjajah. Namun, saat didirikannya Budi Utomo, seluruh Jong bersatu dan bisa memenangkan setiap pertempuran dan akhirnya bisa merdeka.

"Kalau dengan kata-kata yang kita gunakan di media sosial kemudian kita terpecah belah, kita akan kalah perang berikutnya. Perang berikutnya bukan seperti dulu. Tapi perang melawan kemiskinan dan kebodohan, kalau kita terus terpecah belah, maka kita akan dijajah kembali. Kita tidak sadar itu dan kita harus hati-hati," kata dia.

Oleh karena itu, berkali-kali ia mengajak kepada para pegiat media sosial itu untuk terus menebar hal-hal positif di media sosial masing-masing, bukan hal-hal negatif yang akan menyebabkan perpecahan.

"Kita harus ingat, hari ini harus lebih baik dibandingkan hari kemarin, kita esok harus lebih baik dibanding hari ini, itu yang harus kita pegang supaya kita terus maju. Kalau tidak, kita akan menjadi orang rugi," katanya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini sebelumnya juga sempat mengajak para pegiat media sosial serta komunitas dan netizen untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara positif dalam bermedia sosial di acara Gathering "Positif Bermedia Sosial" yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di salah satu hotel di Surabaya, Senin (22/4).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tri rismaharini, Medsos

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup