Kalbar Impor Listrik 150 MW dari Malaysia

Kalimantan Barat mengimpor listrik dari Malaysia hingga 150 Megawatt karena belum memiliki pasokan listrik yang mencukupi.
Yanuarius Viodeogo | 02 November 2018 16:30 WIB
Petugas PLN - Bisnis.com/Denis

Bisnis.com, JAKARTA – Kalimantan Barat mengimpor listrik dari Malaysia hingga 150 Megawatt karena belum memiliki pasokan listrik yang mencukupi.

Provinsi ini memiliki beban puncak hingga 568 Megawatt dan baru teraliri listrik sebesar 85%-86%.

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengatakan kekurangan listrik menjadi masalah kemandirian yang dihadapi oleh provinsi tersebut sehingga dia berharap ada penyelesaian untuk mengatasi kekurangan ini.

“Kalau mau pengadaan listrik seperti PT PLN (Persero) sangat sulit dan bisa tidak mungkin karena lokasi desa yang sulit diakses dan membutuhkan investasi yang besar. Secara ekonomis, PLN tentu berat dan harus membuat desa mandiri dengan memanfaatkan potensi yang ada,” paparnya dalam keterangan resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar, Jumat (2/11/2018).

Hal ini pun disampaikannya saat menerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke Kalbar, Kamis (31/10). Kehadiran delegasi DPR di daerah itu diharapkan dapat menjadi modal bagi provinsi tersebut untuk membangun infrastruktur listrik yang lebih baik dan lebih mandiri dalam hal penyediaan energi bagi warganya.

Sutarmidji memaparkan masih ada 24% masyarakat Kalbar yang belum merasakan listrik. Selain itu, listrik juga diperlukan oleh para investor yang berinvestasi di wilayah ini.

Tag : listrik, kalbar
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top