Pascagempa dan Tsunami, Aliran Listrik di Kabupaten Sigi Belum Normal

Setelah Sulteng diguncang gempa dan tsunami, aliran listrik di sejumlah desa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. belum kembali normal.
Newswire | 12 Oktober 2018 11:21 WIB
Warga mencari barang-barang yang masih diselamatkan dari serakan bangunan dan rumah yang terseret lebih dari 1,5 kilometer dan tertimbun lumpur akibat liquifaksi tanah pascagempa bumi di Desa Langaleso, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (8/10). - Antara

Bisnis.com, SIGI - Setelah Sulteng diguncang gempa dan tsunami, aliran listrik di sejumlah desa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. belum kembali normal.

Hal itu terjadi karena perbaikan oleh petugas dan relawan PLN yang didatangkan dari berbagai daerah di Tanah Air belum selesai.

Djafar (47), seorang warga Desa Lolu, Kecamatan Sigibiromaru, Jumat (12/10/2018) membenarkan aliran listrik di desa itu dan beberapa desa lainnya hingga kini masih belum menyala.

Pada malam hari, desa yang terletak pada jalur Trans Sulawesi Palu-Napu tersebut gelap gulita.

Hal senada disampaikan Rudi, salah seorang warga Desa Jonoge, Kecamatan Sigibiromaru yang mengaku setiap malam pascagempa bumi hanya tidur di tenda bersama beberapa pengungsi lainnya tanpa penerangan listrik.

Infranstruktur jalan, jembatan, listrik air bersih, jaringan telekomunikasi di Desa Jonouge hancur diterjang gempa bumi dan lumpur.

Jalur transporasi antara Jono Uge dan Desa Sidera putus total dan sama sekali belum diperbaiki oleh pemerintah.

Desa Jono Uge yang juga terletak di jalur Trans Sulawesi tersebut merupakan desa paling parah diterjang gempa bumi pada 28 September 2018, umumnya rumah penduduk rusak berat dan hancur.

Tidak ada satu pun rumah penduduk di desa itu yang kokoh berdiri. "Sebagian terkubur lumpur dan sebagian lagi hancur dan rusak berat," katanya.

Bahkan ada satu lokasi yakni Dusun II, seluruh bangunan rumah, kios dan toko hilang tanpa bekas. Badan jalan sekitar tiga kilometer yang menghubungkan Desa Jono Uge dan Sidera hilang entah kemana.

Ia berharap PLN secepatnya memperbaiki tiang dan jaringan listrik agar masyarakat bisa kembali beraktivitas terutama pada malam hari.

Apalagi, tambahnya, gempa susulan masih saja terjadi setiap hari dan membuat masyarakat tidak tenang. "Tapi kalau ada listrik malam hari warga tidak akan was-was," ujarnya.

Manager PLN Area Palu, Abbas Saleh membenarkan aliran listrik di wilayah itu belum normal, karena hampir seluruh tiang dan jaringan listrik roboh dan putus diterjang gempa bumi.

"Kita terus berupaya memulihkan aliran listrik agar semua desa terdampak gempa bisa menikmati penerangan listrik PLN," kata dia.

Sumber : Antara

Tag : PLN, sulteng, Donggala, Gempa Palu
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top