Pemkot Surabaya Bereskan Sampah Demi Rebut Kembali Adipura

Pemkot Surabaya tingkatkan pengelolaan sampah untuk raih Adipura 2025. Fokus pada pengurangan sampah di hulu dan konversi sampah jadi energi listrik.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang naik pitam saat inspeksi mendadak di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rangkah, Rabu (1/4/2026). /Bisnis-Julianus Palermo
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang naik pitam saat inspeksi mendadak di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rangkah, Rabu (1/4/2026). /Bisnis-Julianus Palermo
Executive Brief
  • Pemerintah Kota Surabaya melakukan transformasi besar-besaran dalam pengelolaan sampah untuk merebut kembali penghargaan Adipura, dengan menerapkan kebijakan baru terkait jadwal pengangkutan sampah di TPS.
  • Surabaya menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah per hari, dan pemerintah kota memperkuat pengelolaan sampah dari hulu dengan memanfaatkan rumah kompos dan bank sampah untuk mengurangi beban TPA Benowo.
  • TPA Benowo telah mampu mengubah sampah menjadi energi listrik, dan Pemkot Surabaya berencana menambah fasilitas PSEL baru di Sumberrejo untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah menjadi energi.

* Executive Brief ini dibantu dengan menggunakan AI

Bisnis.com, JAKARTA - Pengelolaan sampah di Kota Surabaya menuju arah transformasi secara besar-besaran dan menyeluruh. Kota Pahlawan gagal meraih penghargaan Adipura pada 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI.

Sebagai informasi, Kota Surabaya ditetapkan sebagai Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah, dengan hanya meraih predikat Sertifikat Menuju Kota Bersih, dengan perolehan nilai sebesar 74,92.

Pantauan Bisnis, dua Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Jalan Srikana, Kecamatan Gubeng dan Platuk Donomulyo di wilayah Dukuh Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran tampak tertata rapi dan bebas dari tumpukan sampah yang meluber serta gerobak yang diparkir secara sembarangan. 

Selain itu, di dua lokasi TPS tersebut juga terpampang spanduk mengenai jadwal masuk gerobak hingga jadwal angkutan sampah ke TPA Benowo oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

"Selain jam tersebut, TPS TUTUP," ungkap pernyataan pada spanduk yang terpasang di kawasan TPS itu.

Edy, warga Jalan Srikana menjelaskan bahwa para petugas yang memungut sampah rumah tangga milik sejumlah RW maupun para pemulung dilarang untuk membawa masuk gerobak ke dalam area TPA di luar jadwal yang telah ditentukan oleh pihak kelurahan maupun dinas terkait.

Menurutnya, kebijakan baru mengenai jadwal pengangkutan sampah menuju TPS hingga pengiriman ke TPA tersebut baru-baru ini direalisasikan oleh pemerintah kota. Ia mengeklaim hal tersebut dapat terjadi usai Wali Kota Eri Cahyadi yang naik pitam saat meninjau TPS di kawasan Rangkah dan Simpang Dukuh.

"Sepertinya karena Pak Eri Cahyadi waktu itu marah-marah ya saat sidak di Simpang dan Rangkah, jadinya kena semua TPS. Ada jadwal-jadwalnya seperti ini sekarang. Kena seluruh TPS di Surabaya," bebernya.

Menurutnya, ada kurang lebih sebanyak 30 petugas pengangkut sampah, baik dari RW maupun pemulung, yang biasanya menyetorkan sampah ke TPS Srikana. Biasanya, mereka memungut sampah rumah tangga dari daerah di sekitar kawasan TPS, seperti Jalan Srikana, Airlangga, Dharmawangsa, Karang Menur, Gubeng Kertajaya, Jojoran, Karang Menjangan hingga Kalidami.

"Warga jarang protes karena malam, ya, baru banyak gerobak di sini yang antre. Kan aktivitas warga kalau malam juga kan enggak seramai siang, tapi tetap tidak boleh mangkal di TPS. Dalam itu harus steril kalau siang. Kalau belum jadwalnya, gerobak enggak boleh masuk, harus sesuai jamnya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Edy juga menyebut TPS tersebut hanya diperuntukkan bagi sampah rumah tangga maupun para pelaku UMKM yang berada di sekitar wilayah itu. Sampah berukuran besar, seperti sofa hingga kasur, serta yang berasal dari sektor restoran hingga hotel harus dibuang langsung ke TPA.

"Sampah dari hotel, restoran gitu enggak boleh dibuang di sini. Harus langsung ke TPA. Kalau rumah makan yang kecil-kecil bisa ke sini," ucapnya.

Halaman
  1. 1
  2. 2
Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro